SAKSI KORUPSI LINGLUNG DISIDANG

MEDAN  – Ketua Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Mohammad Noor, terlihat kesal mendengarkan keterangan  Gunawan alias Afuk yang berbelit dan terkesan melindungi Wong Kim Apo alias Apo yang mengerjakan 11 Paket dari 19 paket  Proyek di Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Sumatra Utara (Sumut) pada 2008 silam.

Sebagai orang kepercayaan dari Wong Kim Apo alias Apo justru Afuk tidak mengetahui kalau atasan tersebut yang mengerjakan 11 paket dari 19 paket kegiatan pemeliharaan rutin/ berkala Gedung Kantor Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan nilai total Rp 2.176.260.000,- yang berasal dari APBD 2008, silam.

Bahkan ketika penuntut umum Tipikor, Netty Silaen  mencecar pertanyaan sekaitan peran dari saksi dalam kegiatan tersebut, Afuk hanya menjawab bahwa dirinya bertugas sebagai supplier barang dan penagihan.

Ketika ditanyakan siapa pemesan alat-alat material bangunan dalam proyek tersebut, saksi hanya menjawab orang memesan bernama Ridwan, tapi mengambil cek penagihan sama Nanda Berdikari. Sontak saja para majelis hakim pun terkejut mendengarkannya kenapa mengambil cek pencairannya sama si Nanda.

Afuk terlihat gelagapan, bahkan sedikit tergagap-gagap menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepada dirinya.

“Saya ngak tahu pak hakim sebab saya hanya disuruh Apo untuk mengantarkan barang yang dipesan sama Ridwan namun apakah kaitan itu berkaitan proyek saya tidak pernh diberitahukan Apo si Pemilik Usaha Dagang (UD) Bahagia yang beralamat di Jalan HM Joni,” ucap Afuk, hari ini.

Bahkan saat anggota majelis hakim tipikor, Johny Sitohang menanyakan apakah saksi mengenal si Ridwan, Afuk menjawab tidak kenal dan juga mengaku bahwa Ridwan bukanlah karyawan Apo akan tetapi kenalan saja. Itu diketahui saat dirinya diperintahkan mengantarkan barang yang dipesan si Ridwan.

Sebab, menurutnya Ridwan adalah kenalan Nanda dan Nanda berkawan dengan Apo. Akibat penuturan keterangan saksi yang dinilai ngawur maka saksi diperintahkan hadir kembali oleh majelis hakim saat keterangan kesaksian Apo pada persidangan berikutnya.

Apo saksi dalam kasus tersebut tidak datang karena alasan sakit. Sementara itu keterangan saksi lainnya yang dipanggil dalam persidangan Direktur Teguh Surya Indah, Irfan Lubis, mengatakan keberadaan perusahaannya dalam proyek tersebut hanya dipinjam oleh Asnani.

Dari nilai kontrak perusahaannya hanya mendapatkan Fee sebesar 1 persen dalam setiap pembayaran kontrak. Menurut Irfan dalam pengerjaan proyek itu dilakukan oleh Apo.

Sementara itu, saksi Adi staff Bank Sumut Cabang Utama, mengetahui ada pencairan dari kas daerah akan tetapi tidak mengetahui pembayaran proyek Dispora.

Adi menerangkan bahwa dari setiap pencairan dan pentranferan melalui cek memang ada. Tranfer dari beberapa perusahaan pencairan langsung ditransferkan dari Bank Sumut ke Bank Ekonomi yang ditandatangani atasnama Gunawan. Usai mendengarkan keterangan saksi, persidangan ditunda hingga pekan depan.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *