DISERANG HAMA, 30 HEKTAR KAKAO DI TAPUT GAGAL PANEN

Tarutung, (Analisa). Diperkirakan 30 hektar tanaman kakao (coklat) milik warga di Desa Bonanidolok Dusun Lobu Harambir, Kecamatan Purba Tua, Kabupaten Taput gagal panen.
Pasalnya, buah hasil tanaman rusak dan membusuk akibat diserang hama helopeltis (sejenis hama penggerek penghisap sari buah).

“Di daerah kami ini ada sekitar 30 hektar tanaman kakao, seluruhnya rusak dan buahnya membusuk hingga bisa dibilang gagal panen (sambang), tentu ini menjadi kerugian besar bagi kami,” sebut seorang petani Kakao di Desa Bonanidolok F Sitompul kepada wartawan, Selasa, (4/9).

Dia mengakui, tidak hanya buah yang diserang hama, bahkan batang pohon sampai daun pohon juga rusak dan berguguran. “Daunnya berguguran, sedang buahnya membusuk, kami tidak tahu bisa begitu,” ucapnya.

Hal senada disampaikan petani lain Julfort Tambunan. Dia menyampaikan awalnya hama menyerang tanaman terindikasi jamur sejak pertumbuhan hingga musim panen.

“Sejak pertumbuhan sudah diserang hama sampai panen. Bila diteliti, di dalam buah itu terdapat ulat sebesar lalat warna putih dan hitam. hampir semua petani mengalami hal yang sama dan menimbulkan kerugian, yang cukup besar,” ujarnya.

Dia berharap, agar Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K)Taput bisa memberikan penyuluhan untuk mencari solusi penanganan serangan hama ini.

“Sebab kami melihat, penyuluhan yang dilakukan pemerintah belum maksimal, hingga para petani kesulitan mengantisipasi datangnya serangan hama ulat,” ucapnya.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Taput, Sabam Nainggolang mangakui, umumnya tanaman kakao di Taput diserang hama helopeltis sejenis hama penghisap sari buah. “Ini disebabkan karena sebagian petani belum menerapkan teknik penanaman kakao seperti mengatur jarak tanaman,” ucapnya.

Dia juga menyarankan, agar petani melakukan pembersihan di sekitar tanaman kakao. Hal ini dilakukan untuk menghindari datangnya hama.

“Kalau sudah rimbun tanaman dan tidak dibersihkan di sekitarnya, binatang hama akan lebih leluasa menggerogoti tanaman dan bijinya, karena itu kebun harus bersih dan berjarak,” ucapnya. (can)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *