ASISTEN PT SBM RANTAU PRAPAT DITAHAN

Gelapkan Uang Perusahaan Rp.1,47 M

Medan, (Analisa). Diduga menggelapkan uang perusahaan senilai Rp1,47 miliar, Asisten Busines Manager PT. Sumatera Berlian Motors (PT.SBM) Rantau Prapat, PT warga Jalan Mantri D Kelurahan, Aur, Kecamatan Medan Maimum, akhirnya ditahan pihak Kejati Sumatera Utara, Senin (3/9).
Kasus penggelapan uang perusahaan sendiri dilaporkan oleh Busines Manager PT. SBM pusat Taurus P Sali, ke polisi pada 13 September 2011, berdasarkan nomor Polisi No. Pol. : LP/651/IX/2011/SPKT “i”. Kasus penggelapan yang dilakukan PT terkuak saat perusaan melakukan audit internal terhadap proses pelaksanaan sistem procedura dari seluruh aktivitas operasional di perusahaan SBM Cabang Rantau Prapat yang dilakukan pada 18 Agustus 2011.

Dari audit tersebut pihak perusahaan menemukan empat kejanggalan diantaranya, ditemukannya buku kerja sm 136 PT.T yang berisikan catatan yang menyimpang untuk transaksi penjualan kendaraan Mitsubishi dengan masa transaksi tahun 2010 sampai dengan 2011.

Ditemukan penyimpangan transaksi pada buku kerja Sm 136 PT.T dengan penyimpangan pada nilai discount atas penjualan unit kendaraan dan penyimpangan pada nilai karoseri senilai Rp 1.473.431.240.

Ditemukan adanya keganjilan pada buku kerja sm 136 PT.T penyimpangan prosedur pembayaran hasil transaksi penjualan unit kendaran Mitsubishi yang dilakukan setorannya ke rekening pribadi atas nama Pardy Tansil pada Bank Mandiri dengan nomor rekening 10500076298888 dan Bank Mestika dengan No. Rekening 20140033555.

Kemudian ditemukan perbedaan laporan transaksi penjualan buku kerja sama Sm 136 PT.T dengan data transaksi penjualan yang dilaporkan pada perusahaan untuk transaksi penjualan unit kendaraan Mitsubishi dan transaksi penjualan karoseri dengan total selisih nilai transaksi pada tahun 2010 yang ditemukan adalah senilai Rp890.637.620 dan total selisih nilai transaksi pada tahun 2011 yang ditemukan adalah senilai Rp 582.793.620.

Kuasa hukum, PT SBM Ali Leonardi N SH SE MBA, kepada wartawan, membenarkan kliennya melaporkan tersangka beberapa waktu lalu atas dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan penipuan.

“Kasus ini sudah dilaporkan beberapa waktu lalau, kasusnya atas dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan yakni penggelapan uang perusahaan senilai Rp1,4 miliar lebih,” terangnya.

Kepada wartawan, Ali juga membenarkan tersangka sudah diserahkan oleh penyidik Polda Sumut dan ditahan pihak Kejaksaan Tinggi Sumut. “Tersangka sudah diserahkan penyidik dan ditahan pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk selanjutnya diproses,” ungkapnya seraya berharap kasus tersebut bisa dituntaskan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (sug/hen)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *