TERKAIT SETORAN 10 PERSSEN, MAHASISWA DEMO DINAS PU CIPTA KARYA MADINA

PANYABUNGAN (Berita) :Belasan mahasiswa mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Indonesia Cabang Mandailing Natal mendatangi kantor Bupati Madina untuk melakukan aksi demo pada kantor Dinas PU dan Cipta Karya terkait setoran uang untuk mendapatkan paket proyek berkisar antara 7-10 persen.

Belasan mahasiwa tiba di Kantor dinas PU Cipta Karya 11.15 Wib guna menyampaikan aspirasi terkati dengan adanya dugaan pemberian uang kepada Kadis PU dari rekanan  untuk mendapatkan paket proyek akan tetapi setelah uang di serahkan namun paket yang di janjikan tindak kunjung didapatkan sejumlah rekanan.

Demikian disampaikan  Abd. Muluk selaku koordinator lapangan yang didampingi koodinator aksi Rizki Agustianhar. Dikatakanya, HMI saat ini menganggap Pemkab Madina sarat dengan KKN sangat merusak tananan hidup berbangsa karena Nepotisme awal lahirnya kolusi dan pada ahirnya melakukan korupsi.

Dalam pernyataan sikap yang di sampaikan Rizki Agustianhar meminta pada Bupati Madina agar komitmen menjalankan Roda pemerintahan yang bersih sesuai dengan visi-misinya semasa kampanye dulu dan segera menonaktipkan Plt Kadis PU dan Cipta karya Ir. Parlaungan Lubis dari Pemkab Madina Karena telah mencoreng nama Baik Kabupaten madina, dan ini terlihat dari terjadinya pembatalan tender di Dinas PU, maka terjadi penyetoran uang pangkal dengan besaran 7%-10%  untuk mendapatkan paket tender tersebut dan ini terbukti adanya rekanan berduyun-duyun mendatangi rumah Dinas Bupati dan ruangan Asisten III dan meminta uang mereka agar di kembalikan.

Massa meminta kepada Bupati Madina agar secepatnya mengganti Sekdakab Madina karena dinilai tidak berkompoten mengurusi pemerintahan terbukti dengan tidak seriusnya dalam menjalankan tugasnya selaku ketua baperjakat.dan apabila tuntutan ini tidak di indahkan dengan baik maka kami akan datang dengan masyarakat Madina untuk mempertanyakan jawaban peryataan sikap kami tersebut.

Pantauan Berita di lapangan, belasan mahasiswa tiba di koplek perkantoran buapti pada jam 11:15 dan melakukan aksi di depan kantor Dinas PU dan Cipta Karya akan tetapi kadis PU tidak diketahui keberadaannya sehingga mahasiswa sepat melakukan sweeping untuk memastikan keberadaan kadis PU. Usai melakukan aksinya di kantor Dinas PU belasan mahasiswa melanjutkan aksinya di depan kantor Bupati Madina, namun tidak juga mendapatkan jawaban meskipun sekda Madina berada di kantor pada waktu itu. (mag)
sumber: http://beritasore.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *