PT GSI LARIKAN MILIARAN RUPIAH DANA NASABAH

Penipuan Berkedok Investasi Diadukan ke Polisi

MedanBisnis—Medan. Kasus penipuan berkedok perusahaan investasi kembali terjadi di Kota Medan. Sedikitnya 15 orang mitra PT Golden Starway Internasional (GSI) yang tertipu mendatangi Mapolresta Medan Senin (3/9) untuk melaporkan Direktur PT GSI  SL dan Komisaris PT GSI Th A alias Apeng yang telah membawa kabur dana nasabah senilai Rp 7 miliar.
Kepada wartawan, Usman warga Makam Pahlawan Belawan di Polresta Medan menuturkan telah mengikuti investasi di PT GSI tersebut selama dua tahun terakhir ini. Namun sejak mengikuti investasi itu baru enam bulan menerima hasil.

“Sudah tertanam uangku sekitar Rp 100 juta, tapi sejak kuikuti investasi ini dua tahun terakhir, baru enam bulan kurasakan hasilnya, selebihnya bosnya kabur dan sampai sekarang gak tahu rimbanya,” ucap pengusaha muda ini.

Usman mengatakan, PT GSI menawarkan investasi kepada mitranya dengan konsep bagi hasil. Besarnya bagi hasil ditentukan berdasarkan kemampuan mitra menanamkan modal. Perusahaan ini menawarkan investasi Rp 650.000 sampai dengan Rp 6,5 juta.

Sistem bagi hasil yang diterapkan berdasarkan banyaknya mitra GSI menanamkan modal ke PT investasi bodong tersebut. “Setiap hari, dibatasi kami menanam modal, di mana dalam satu paket atau satu titik itu kami boleh menanam modal maksimal Rp 650.000, dan dalam satu hari pihak GSI membatasi penanaman modalnya sebanyak 10 titik, jadi dalam satu hari kami bisa menanam modal sebanyak Rp 6,5 juta,” ucapnya.

Usman menerangkan, dalam hitungan 30 hari, uang sebesar Rp 650.000 tersebut  bisa mendapatkan keuntungan Rp 1,5 juta. “Saya telah menyetor total dana senilai Rp 150 juta secara bertahap, ketika bulan pertama sampai enam bulan saya menerima imbal hasil investasi sebesar Rp 5 juta setiap bulan, atau senilai total Rp 30 juta untuk enam bulan. Atas bukti penerimaan imbal hasil investasi tersebut saya terus menanam (menambah) modal sampai ratusan juta,” bebernya.

Tetapi setelah memasuki bulan ketujuh, pihak investor tidak lagi mendapatkan imbal hasil dari investasi yang ditanamkan di PT GSI.

“Hampir setahun terakhir ini kami tidak lagi menerima bagi hasilnya. Celakanya, karena pada enam bulan pertama saya berhasil, maka ada 10 rekan yang kuajak. Maka sekarang  mereka jadi ikut tertipu seperti saya,” ujarnya.

Usman menjelaskan, sejak PT GSI berdiri 2010, sudah ratusan mitra GSI terlihat mendatangi kantornya yang beralamat di Jalan Katamso Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, untuk mendaftarkan diri karena tergiur keuntungan yang ditawarkan PT GSI.

Menurut Usman, nilai investasi yang ditanamkan rekannya yang ikut tertipu bervariasi. Yang terbesar mencapai Rp 1,5 miliar, tetapi ada yang Rp 500 juta dan terendah Rp 5 juta. Kalau ditotal, kami semua tertipu Rp 7 miliar,” papar Usman yang juga ikut dalam investasi tersebut atas ajakan temannya.

Korban lainnya, Umar warga Jalan Zainul Arifin yang mengaku menanamkan modal Rp 30 juta, mengatakan, ikut ke PT GSI atas ajakan sepupunya 1,5 tahun silam. Namun sejak menanamkan modal di PT GSI belum pernah menikmati hasil.

Ketika ditanyai kepada investor para mitra GSI, kenapa begitu lama baru melaporkan kasus itu ke Mapolresta Medan, Usman memaparkan, sebelumnya mereka berusaha melacak keberadaan direktur dan komisaris PT GSI. “Karena tidak ketemu dan tidak ada itikad baik, terpaksa melapor ke polisi, ” imbuhnya.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol M Yoris Marzuki secara terpisah membenarkan adanya laporan para korban. “Kami masih mendalami kasus ini untuk menangkap pelaku,” katanya. (khairunnas/daniel pekuwali)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *