DUA WARALABA ASING TERANCAM DITUTUP

MedanBisnis—Jakarta. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengancam akan menutup jaringan usaha dua waralaba asing, yaitu restoran 7-Eleven dan Lawson jika tidak mengikuti peraturan. Dua merek usaha waralaba tersebut harus mengembalikan format usahanya sebagai restoran, kenyataanya saat ini mereka lebih condong beroperasi sebagai ritel.
“Kalau dia nggak mau kembali ke format awal ya apa boleh buat, tentunya ditutup,” ungkap Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Gunaryo saat ditemui di kantornya, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Senin (3/9).

Sebelumnya Kementerian Perdagangan menegaskan, hingga kini pihaknya hanya memberikan Surat Tanda Penerima Waralaba (STPW) bagi 7-Eleven sebagai restoran bukan convenience store.

Gunaryo mengatakan Kemendag telah melayangkan surat teguran kepada perusahaan waralaba restoran 7-Eleven dan Lawson akan menyusul. Saat ini, dia menambahkan, pemerintah terus melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap dua merek gerai ini. Ia menuturkan keduanya menyatakan kesiapan untuk mengikuti aturan pemerintah. “Sejauh yang mereka laporkan sih mereka siap,” tambahnya.

Tak hanya Lawson dan Seven Eleven, katanya, masih banyak gerai yang menyelewengkan perizinannya. Dia mengatakan, pemerintah akan juga menindaklanjuti gerai-gerai usaha waralaba selain Lawson dan 7-Eleven. “Kita sedang cermati beberapa teman-teman ini sudah mulai latah untuk melakukan perubahan ke ritel yang seolah-olah ada makanannya padahal tidak. Kita bekerja terus, dalam waktu dekat kita akan lakukan peringatan,” sambungnya.

Secara terpisah, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, pemerintah memberikan peringatan kepada 7-Eleven dan Lawson karena usahanya dinilai keluar dari perizinan yang seharusnya. “Izin yang mereka pereoleh adalah izin rumah makan (restoran). Kita peringatkan mereka, ini bukan semangat anti bisnis ya. Ini kita semangatnya mau mengajak mereka untuk lebih mengikuti peraturan,” tutupnya.

Selama ini convenience store seperti 7-Eleven diartikan sebagai minimarket yang menyajikan makanan dan minuman siap saji dengan rata-rata ukuran bangunan berkisar seluas 200 m2.
Sesuai ketentuan yang ada, perizinan toko modern asing bisa melalui mekanisme franchise (waralaba), kedua sebagai pemain asing dengan syarat luas toko harus di atas 1.200 m2. (dtf/ant)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *