BEA CUKAI GAGALKAN PENYELUNDUPAN 170 GRAM SABU

Banda Aceh (Antara) : Petugas Bea Cukai Banda Aceh menggagalkan penyelundupan 170,1945 gram sabu-sabu senilai Rp340,389 juta dari Malaysia di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Banda Aceh Beni Novri di Banda Aceh, Senin(03/09), mengatakan, sabu-sabu tersebut dibawa DAW, warga Indonesia, penumpang pesawat Air Asia AK-1305 dari Kuala Lumpur, Malaysia, yang mendarat, Minggu (02/09) pukul 11.20 WIB.

“Modus penyeludupan dilakukan dengan jalan menyembunyikan barang terlarang tersebut dalam bungkusan lonjong berisi sabu-sabu di pelvis atau di bagian panggul pelaku,” katanya

Sebelum ditangkap, kata dia, petugas mencurigai gerak-gerik pelaku. Saat menjalani pemeriksaan, tidak ditemukan barang terlarang. Namun, pelaku tetap memperlihatkan gerak-gerik mencurigai.

Kemudian, petugas melakukan pemeriksaan dengan alat rontgen. Dari hasil foto rontgen, menunjukkan ada benda asing berbentuk di rongga panggul yang bersangkutan.

Setelah menunggu beberapa lama, kata Beni, benda asing tersebut berhasil dikeluarkan. Ketika diperiksa, benda tersebut berisi serbuk kristal bening seberat 170,1945 gram.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Bea dan Cukai Medan, Sumatra Utara, diketahui kristal bening tersebut positif methamphetamine atau sabu,” ungkap Beni.

Beni Novri menambahkan, tersangka DAW, lelaki berusia 33 tahun beserta barang bukti sudah diserahkan kepada penyidik Polda Aceh guna pengembangan lebih lanjut.

Menurut dia, berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, “methamphetamine” masuk kategori narkotika golongan satu. Penyeludupan narkotika golongan satu tersebut melanggar pasal 113 ayat (1) dan (2).

“Karena barang buktinya lebih dari lima gram, maka ancaman pidananya adalah hukuman mati atau paling singkat lima tahun dan maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar,” kata Beni Novri.(ant)
sumber: http://beritasore.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *