PENYELUNDUPAN SABU ASAL MALAYSIA DIGAGALKAN

BANDA ACEH – Petugas Bea dan Cukai Tipe A3 Banda Aceh menangkap DAW, yang hendak menyelundupkan 170,2 gram sabu dari Malaysia melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Serbuk kristal itu disimpan DAW, warga Aceh, di dalam rongga pelvis atau panggulnya.

Kepala Kantor KPP Bea Cukai Tipe A3 Banda Aceh, Beni Novri, hari ini, mengungkapkan, petugas Bea dan Cukai sudah melihat tanda-tanda yang mencurigakan dari DAW, begitu turun dari pesawat Air Asia nomor penerbangan AK-1305 yang membawanya dari Kuala Lumpur sekitar pukul 11.20 WIB. Dari kecurigaan tersebut petugas lalu memeriksa badan dan barang bawaan DAW .

Dari hasil pemeriksaan terhadap barang bawaan, tidak ditemukan adanya barang larangan. Karena menunjukkan sikap mencurigakan saat diperiksa, maka dilakukan ronsen.

“Dari hasil foto ronsen menunjukkan adanya benda asing berbentuk lonjong sebanyak 6 butir di rongga pelvis penumpang itu,” kata Novri.

Benda asing di dalam tubuh DAW lalu dikeluarkan, yang ternyata berupa kapsul berisi bubuk kristal bening. Dari hasil uji laboratorium, serbuk kristal sebesar 170,1945 gram tersebut diketahui sebagai serbuk yang mengandung zat methamphetamine, atau yang lebih dikenal dengan sabu.

Sesuai dengan Undang Undang 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sabu merupakan narkotika golongan satu. Pelanggaran pidana atas narkotika golongan tersebut diancam dengan Pasal 113 Ayat 1 dan Ayat 2 undang undang itu, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Apabila barang bukti beratnya melebihi 5 gram, ancaman hukumannya pidana mati, pidana seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun dengan denda maksimal Rp10 miliar.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *