KEMARAU PANJANG, PRODUKSI PADI TURUN

Liwa, Lampung (ANTARA News) – Produksi padi di sebagian wilayah Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, mengalami penurunan akibat kemarau panjang.

“Produksi padi pada panen sekarang kurang optimal karena kekurangan air. Dari satu hektare lahan paling hanya menghasilkan 400 kaleng padi saja,” kata buruh panen padi dari Pekon (Desa) Lombok Induk, Kecamatan Lumbok Seminung, Heldi, di Liwa, Lampung Barat, Senin.

Sebagian masyarakat di daerah itu berprofesi sebagai buruh pertanian. Termasuk Heldi yang mengaku mendapatkan bagian 2 kilogram gabah dari pemilik sawah untuk setiap12 kaleng padi yang dipanennya.

“Satu kaleng padi kalau di daerah kami adalahenam kilogram,” kata Heldi menjelaskan.

Pada panen sebelumnya, ketika air masih membasahi areal persawahan, ujarnya, hasil padi yang didapatkan dari satu hektare lahan rata-rata sebanyak 600 kaleng, atau 3,6 ton.

Areal persawahan tempat Heldi bekerja sebagai buruh tani, berada di sekitar Danau Ranau yang tetap penuh air kendati musim kemarau.

“Menyedot air dari Danau Ranau sudah dilakukan, namun tetap saja hasil panen sekarang kurang optimal,” kata Heldi lagi.

Ia menjelaskan, air yang disedot dari Danau Ranau dengan mesin diesel dan disalurkannya di sawah yang dikelolanya hanya memperbesar batang tanaman padi saja, namun tidak membuat buah padi menjadi bernas. (Ant)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *