KAPOLRESTA BINJAI AKUI ANGGOTANYA MENEMBAK

MEDAN – Kapolres Binjai, AKBP. Musa Tampubolon membenarkan bahwa penembakan terhadap warga memang dilakukan oleh anggotanya.

Menurut Musa, penembakan tersebut terpaksa dilakukan oleh anggotanya  karena Junedi  melawan petugas saat ditangkap.

“ Tersangka melawan petugas, karena dianggap dapat  membahayakan petugas,  maka dilakukan penembakan,” ujar Musa.

Selain itu Musa juga menyampaikan, bahwa tersangka diburu polisi karena  terbukti melakukan tindak pidana kekerasan, penganiayaan, pengancaman, dan pencurian.

Aksi penembakan dan kemudian penangkapan tersebut memicu bentrok antara polisi dengan warga Binjai khususnya Jalan Imam Bonjol, Sabtu tengah malam.

Pemicunya, warga menyerang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djoelham Binjai yang dilakukan oleh  warga Jalan Imam Bonjol Kota Binjai  menyampaikan keberatan terhadap penahanan tersangka, dan meminta tersangka perampokan yang saat itu sedang dirawat di rumah sakit, agar dilepas oleh polisi.

Tuntutan massa tersebut ditolak oleh  pihak Polres Binjai. Hingga tersangka  dikeluarkan dari RS Djoelham, ratusan massa  menghadang mobil yang membawa tersangka, dan memukuli mobil polisi itu.

Merasa aksi protesnya tak berhasil, selanjutnya massa menuju mako Polres Binjai. Di kantor polisi ini massa kembali ribut dan tetap meminta agar tersangka segera dibebaskan dari penjara.

Sementara itu, kondisi tersangka perampokan  yang diketahui bernama Junedi dirawat di Rumah Sakit Djoelham karena mengalami  tembakan di bagian tangan dan kakinya, dan pada bagian wajahnya tampak luka-luka.

Hingga saat ini,  sejumlah personil kepolisian Polres Binjai tampak masih melakukan penjagaan.
Polisi khawatir ada serangan lanjutan.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *