KAPAL IKAN BESAR MARAK DI PERAIRAN BATUBARA

BATUBARA – Kehidupan nelayan tradisional di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, tidak hanya menghadapi tantangan semakin banyaknya beroperasi kapal ikan yang berukuran besar menggunakan alat tangkap canggih, tetapi juga kehidupan mereka sangat memprihatinkan akibat berkurangnya hasil tangkapan.

“Pendapatan nelayan kecil di wilayah Pantai Timur Sumatera itu, semakin hari terus merosot dan hasil tangkapan mereka juga menurun drastis, hal ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah,” kata Ketua Dewan Penasihat DPW Persatuan Nelayan Tradisional (PNTI) Sumut, Gus Irawan Pasaribu di Tanjung Tiram, kemarin.

Gus Irawan mengatakan, hasil tangkapan ikan yang semakin berkurang atau “menurun”, kalau terus dibiarkan akan berdampak pada keluarga dan anak-anak nelayan, dan juga bisa membuat lumpuhnya roda perekonomian masyarakat di daerah tersebut.

Oleh karena itu, katanya, nelayan tradisional harus terus bekerja keras dan berjuang untuk mendapatkan hasil tangkapan  yang lebih banyak, sehingga anak-anak dapat bersekolah dengan lancar.

Sebab, jelas mantan Dirut Bank Sumut itu, dengan bersekolah, diharapkan  anak-anak nelayan tersebut dapat merubah nasib mereka lebih baik lagi.

“Kita juga berharap anak-anak nelayan di Kabupaten Batubara ini, ada yang menjadi seorang pemimpin, sehingga bisa membangun kehidupan dan perekonomian masyarakat,” kata Gus Irawan yang juga bakal calon (Balon) Gubernur Sumut periode 2013-2018.

Selanjutnya dia mengatakan, pemerintah perlu menambah dana APBD Provinsi Sumut untuk kesejahteraan petani dan nelayan, karena selama ini hanya sekitar 10 persen.

Padahal, sekitar 70 persen dari jumlah 12 juta penduduk di Sumut adalah sebagai petani dan nelayan.

“Nelayan tradisional di Kabupaten Batubara itu juga harus mewaspadai kehadiran kapal asing yang mengambil ikan di perairan tersebut, karena berbatasan dengan Perairan Selat Malaka,” kata Gus Irawan.      Data yang diperoleh menyebutkan, luas Kabupaten Batu Bara sekitar 922,2 Kilometer persegi yang terdiri dari tujuh kecamatan dan jumlah penduduk  sebanyak 380.602 jiwa, dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 83.402 KK.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *