HANDYCAM IRVAN AKAN UNGKAP PENGANIAYAANNYA

MEDAN – Hampir sepekan pasca peristiwa perampokan berdarah yang menimpa Irvan, Kontributor TV One wilayah Tanah Karo, jajaran kepolisian Polres Tanah Karo, Sumatera Utara, hingga kini masih terus melakukan perburuan terhadap belasan pelaku lainnya, yang hingga kini belum tertangkap.

Namun terkait hal tersebut, korban bersama keluarganya, mengaku sangat mengapresiasi kinerja kepolisian yang hingga kini sudah mampu membekuk 2 tersangka, termasuk seorang diantaranya Edi Tarigan (28), yang diduga kuat sebagai otak pembataian jurnalis tersebut.

“Kami keluarga korban, sangat mengapresiasi dan berterima kasih pada jajaran kepolisian Polres Tanah Karo, yang terus bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus ini. Mudah-mudahan, dengan tertangkapnya tersangka Edi, kasus ini secara perlahan bisa terungkap dan polisi segera membuka tabir motif tindak kriminal yang nyaris merenggut nyawa adik saya,” ungkap Surya Dharma, kakak kandung korban di Medan, hari ini.

Selain itu, Surya Dharma yang juga tercatat sebagai Kontributor Metro TV ini, juga berharap kepada masyarakat di Kabupaten Tanah Karo, tidak terpancing fitnah yang disebarkan lewat pemberitaan sejumah media, terkait motif terjadinya aksi perampokan dan penganiayaan berat yang dialami Irvan.

“Apa yang kini tersebar di masyarakat akibat tulisan di media cetak yang tidak profesional, jelas sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan. Isinya sangat subjektif, tanpa ada konfirmasi dan sumber yang jelas,” tegasnya.

Untuk itu, selain terus memantau perkembangan kasus ini, pihak keluarga korban mengaku akan melakukan langkah lain untuk memulihkan nama baik korban.

“Berita-berita yang tersebar saat ini jelas sangat merugikan Irvan dan kami sebagai keluarganya. Kami juga jurnalis, jadi kami paham betul kalau tulisan itu jelas sebuah bentuk Trial by the press atau pengadilan lewat pers yang berefek pada pencemaran nama baik korban dan mengganggu kondusifitas masyarakat di Karo,” ungkap Surya sembari berharap bisa menyikapi berita fitnah itu lebih bijak.

Ia juga meyakini, secara perlahan kasus ini akan terbuka secara terang. “Kita tunggu saja kinerja polisi, apalagi jika polisi nanti bisa menemukan 2 kamera handycam Irvan yang hilang, yang nantinya kaset didalamnya bakal menjadi pembuka tabir apa motif dibalik kasus ini secara pasti, bukan seperti cerita yang dibuat oknum wartawan yang sebelumnya mengintimidasi adik saya di rumah sakit dan meminta Irvan berdamai,” tandasnya penuh rasa kecewa.

Menurut pengakuan korban kronologis penganiayaannya, terjadi (28/8). Sebelumnya korban pergi bersama anggotaya (stringer) bernama Bambang alias Bembenk untuk sebuah urusan sekaligus liputan di daerah Kota Brastagi, dengan mengendarai mobil jenis Mitsubishi Lancer tahun 1983 bernomor polisi BK 1416 LM milik Rudi, stringer korban yang biasa bertugas di wilayah Kabupaten Dairi.

Usai menjalani kegiatan di Brastagi, kemudian Bembenk meminta diantarkan ke Kabanjahe, sekalian pulang. Tanpa berfikir negatif sedikitpun dan tanpa curiga, Bembenk minta diantarkan ke Kabanjahe. Di Jalan Kapten Pala Bangun, persis di depan sebuah toko Indomaret, Bembenk minta diturunkan. Pada saat itu korban juga turut turun mengiringinya, sebelum kembali masuk ke dalam mobil.

Hanya selang beberapa detik kemudian, persisnya sekitar pukul 16.30 WIB, korban yang saat itu sambil bertelepon dengan seorang nara sumbernya, mendadak satu unit mobil jenis Taft Hiline, menghadang di depan mobilnya. dibelakang mobil, 3 sepeda motor yang dikendarai 6 orang yang tidak dikenal. Sesaat kemudian, 4 orang lainnya yang juga mengendarai 2 unit sepeda motor, juga menghadangnya dari sisi sopir.

Saat itu korban yang tersadar dalam posisi terancam, berusaha mengunci pintu mobil. Namun belum lagi niat itu terlaksana, mendadak sejumlah pria pengendara sepeda motor yang tidak pernah dikenalnya, langsung menariknya dari dalam mobil dan langsung memukulinya. Tidak berhenti sampai disitu, sejumlah pelaku juga berusaha menculik korban dengan memaksanya masuk ke dalam mobil Taft Hiline yang juga memuat 6 orang pria.

Saat itulah korban berusaha melawan dan bisa melepaskan diri dari kepungan para pelaku. Bahkan korban sempat memukul sejumlah pelaku. Naas, korban akhirnya roboh setelah dalam perkelahian tidak seimbang itu, salah seorang pelaku memukulkan balok panjang tepat mengenai tengkuk, hingga korban roboh.

Dengan posisi masih sadar,korban kemudian terus berusaha melawan. Tapi lagi-lagi, ia akhirnya roboh dan bersimbah darah, setelah salah seorang pelaku pengendara mobil yang belakangan diketahui bernama Edi Tarigan, mengayunkan sebilah parang yang dihunusnya ke bagian kepala korban. kondisi korbana akhirnya melemah meski ia masih terus berusaha melawan dan menghindar dari pengeroyokan orang-orang tak dikenal, yang terus berteriak “Habisi”.

Dalam posisi lemah, para pelaku terus memukuli Irvan dan memukul wajahnya dengan batu dan balok. Saat ayunan parang kembali berusaha menghujam ke tubuhnya, korban sempat mengelak dan berhasil menendangnya, meski ujung parang sempat menggores dada hingga perutnya.

Emosi dengan upaya perlawanan korban, salah seorang pelaku kembali kembali memungut parang yang terjatuh dan kembali menghujamkan ke arah tubuh korban. beruntung, posisi parang itu terbalik. Hanya bagian tumpulnya yang dihujamkan ke tubuh korban. meski tidak berdampak fatal, namun akibatnya, lengan korban memar.

Ketika itu, korban terus berusaha keras untuk kabur dengan meminta pertolongan warga sekitar dan kendaraan yang melintas. Namun, tidak ada satupun warga yang berusaha menolong, termasuk Bembenk, yang malah permisi pergi meninggalkan korban yang sudah terkapar berlumuran darah, tanpa menghiraukannya sedikitpun.

Sampai akhirnya, seorang pria pengendara sepeda motor yang melintas, meminta korban secepatnya naik ke atas kendaraannya. Dengan tancap gas, pria tersebut langsung membawa korban ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe. Pada saat itu, korban sempat melihat para pelaku kabur sambil membawa pergi mobil yang dikendarai korban. Sementara korban, harus mendapatkan 60 jahitan akibat luka di kepala, pipi, tangan, lengan dan dada.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *