ASAL PELURU DI KAKI KEDEL MASIH DISELIDIKI

MEDAN – Darmansyah alias Kedel (37) warga Jalan Tuasan, Kecamatan Perjuangan,yang  terkena tembakan saat penggerebekan rumah bandar Sabu  di Jalan  Sering, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kamis (30/9) lalu  sudah dipindahkan ke RS Bhayangkara Medan dari RSUD dr Pirngadi Medan.

Menurut Direktur Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut), Komisaris Besar Polisi Andjar Dewanto,  pemindahan perawatan terhadap Kedel ini agar dapat lebih intensif ditangani tim medis kepolisian sekaligus untuk memastikan luka tembak yang diderita korban.

” Dia (Darmanyah-red) sudah dipindahkan  dari RSUD Dr. Pirngadi ke RS. Bhayangkara agar lebih aman, sekaligus mencari bukti-bukti lain untuk memastikan luka tembakan yang diderita korban berasal dari senjata petugas atau tidak,” jelas Andjar, hari ini.

Menurut Andjar, pihaknya telah memberikan santunan kepada korban sebagai pengganti biaya perobatan. ” Santunan kepada korban sudah kita berikan kemarin, tetapi jumlahnya tidak etis kalau kita sebutkan.” tambahnya.

Andjar mengakui, bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah  Darmansyah terkena tembakan peluru petugas saat penggerebekan. ”Sampai saat ini kita masih meragukan itu, terlebih kasus itu masih dalam penyelidikan, tetapi kalaupun begitu kita tetap menghargainya makanya kita berikan santunan kepada korban,” kata Andjar.

Andjar mengatakan bahwa, hingga kini sejumlah personil yang turut serta dalam penggerebekan rumah bandar narkoba di Jalan Sering itu, belum satu orang pun yang dimintai keteranganya oleh  Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut, kecuali keterangan secara lisan.

”Belum ada anggota saya yang diperiksa, tetapi ditanyai secara lisan ya, sudah ada kemarin. Cuma belum ada yang mengarah kepada penembakan itu,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kabid Propam Polda Sumut Kombes Iwan Prasojo  mengatakan, walau telah memintai keterangan secara lisan dari sejumlah personil Polisi yang berada di lokasi kejadian, namun pihaknya belum dapat menyimpulkan  tembakan yang melukai Darmansyah tersebut, apakah  dari senjata personil Ditresnarkoba Polda Sumut. ”Sudah ada kita mintai keterangan, namun kita belum menemui adanya kesalahan prosedur, makanya proyektil peluru itu sangat penting untuk ditemukan agar bisa secepatnya dilakukan uji balistik,” tandas Iwan.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *