TERMINAL BAYANGAN TIMBULKAN KEMACETAN

Jika masih ada PO Bus yang membandel sesuai aturan, akan kami cabut izin operasionalnya.

JAKARTA – Terminal bayangan sering kali dinilai sebagai penyebab kemacetan dan kesemwrautan. Hal ini banyak dan mudah ditemukan di wilayah Jakarta.

Anehnya, meski sering kali menyebabkan kemacetan dan kesemwrautan, terminal bayangan hingga kini masih saja tetap ada. Bahkan, jumlahnya cenderung terus bertambah.

Keberadaan terminal bayangan ini pasti diketahui aparat pemerintah, tetapi dibiarkan begitu saja, kendati melanggar aturan. Selain menjadi tempat berhenti dan beristirahat sejumlah sopir bus, lokasi terminal bayangan pun dijadikan sejumlah perusahaan otosbus (PO) sebagai tempat menunggu penumpang.

Entah disengaja atau tidak, keberadaan terminal bayangan seperti di Jakarta Timur pun ternyata marak didatangi calon penumpang yang mencari bus tujuan luar kota.

Berdasarkan data SH, di wilayah Jakarta Timur terdapat tiga lokasi terminal bayangan yang tergolong besar. Sejumlah terminal bayangan tersebut antara lain di kawasan Pangkalan Jati Duren Sawit, Jalan Bekasi Raya Cakung, dan Jalan Baru Pasar Rebo.

Terminal bayangan yang paling marak didatangi calon penumpang adalah terminal bayangan di Pasar Rebo yang letaknya tak jauh dari Terminal Kampung Rambutan.

Di lokasi ini banyak terdapat bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) yang semestinya hanya mengambil penumpang dari dalam terminal.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, ternyata sejumlah masyarakat yang hendak berpergian ke luar kota lebih memilih menunggu bus di terminal bayangan ketimbang masuk ke dalam terminal. Semestinya pun bus masuk terminal. Tetapi, petugas tutup mata dan membiarkan hal itu. Di semua terminal resmi di Jakarta Timur, di sekitarnya, pasti banyak ditemukan terminal bayangan.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang calon penumpang tujuan Subang, Jawa Barat, Farhan (21). Dikatakan, ia cukup sering hilir mudik dari Kota Jakarta menuju kota kelahirannya di Subang.

Oleh karena itu, tambahnya, ia juga sudah cukup sering menunggu bus di terminal bayangan Pasar Rebo. “Lah di sini juga pasti ada, ngapain juga jauh-jauh ke terminal?” ucap Farhan.

Terminal bayangan juga terlihat di kawasan Pangkalan Jati, Duren Sawit. Di lokasi itu, sejumlah bus juga terlihat berhenti dan menunggu penumpang. Itu dilakukan dengan sengaja. Bahkan, di lokasi ini juga terlihat loket penjualan tiket.

Salah seorang pekerja PO Bus membantah pihaknya sengaja mangkal dan mengangkut penumpang dari kawasan tersebut. Ia mengatakan, bus yang terlihat di sana sebenarnya hanya melintas untuk mengangkut penumpang. “Jadi bus kami tidak berhenti. Bus-bus tersebut kan hanya melintas, lalu menaikkan penumpang dan langsung jalan. Jadi tidak mangkal,” ia beralasan.

Terkait kehadiran terminal bayangan itu, Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur, Mirza Aryadi Soelarso, mengatakan, ia telah mendapatkan informasi terkait masih terdapatnya sejumlah terminal bayangan di wilayah Jakarta Timur.

Namun, ia mengatakan, sejak sebelum Lebaran kemarin, pihaknya telah melakukan pengawasan dan penertiban dengan meminta seluruh armada untuk menunggu penumpang di terminal resmi yang ada.

Meski demikian, Mirza mengakui bahwa masih terdapat terminal-terminal bayangan di wilayahnya. Ia mengakui bahwa pihaknya harus lebih maksimal lagi bekerja di lapangan. “Ini masih menjadi perkerjaan rumah yang harus segera kami selesaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya yang kini dilakukan pihaknya adalah dengan melakukan pemantauan secara terus-menerus.

Tujuannya adalah menekan adanya bus AKAP yang mangkal di terminal bayangan tersebut. “Nantinya, jika masih ada PO yang masih membandel dan tidak beroperasi sesuai aturan, akan kami cabut izin operasional atau izin trayeknya,” Mirza menegaskan.

Ia menambahkan, selain melakukan pemantauan dan menempatkan petugasnya di lapangan, pihaknya juga akan menelusuri latar belakang bagaimana terminal bayangan tersebut bisa beroperasi.

Terminal bayangan juga ditemukan di seputar Terminal Pulogadung. Pada umumnya, bus-bus luar kota lebih memilik mangkal di terminal bayangan ketimbang masuk dalam terminal resmi. Keberadaan terminal bayangan itu sudah bertahun-tahun, tetapi petugas membiarkan begitu saja.
sumber : http://www.shnews.co

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *