SOAL PEMBATALAN PT 3,5%, PUTUSAN MK AKOMODASI PARPOL KECIL

PADANG–MICOM: Pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang Edi Indrizal berpendapat keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan pemberlakuan ambang batas parlemen sebesar 3,5 persen mengakomodasi suara partai kecil.

“Pada satu sisi memang dibutuhkan penyederhanaan partai politik untuk menciptakan sistem politik yang baik, tetapi di sisi lain Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman yang tinggi dan perlu diakomodasi,” kata dia, di Padang, Sabtu (1/9).

Menurut dia, saat ini kita perlu realistis atas keragaman yang dimiliki dan luasnya wilayah Tanah Air. “Jika ambang batas parlemen sebesar 3,5 persen diberlakukan dari tingkat pusat hingga ke daerah, akan mengabaikan aspirasi yang berkembang di daerah,” jelanya.

Dikatakannya, tidak dapat dipungkiri ada partai politik yang secara nasional tidak berpengaruh tetapi memiliki pendukung yang banyak di daerah. Menurut dia, salah satu pertimbangan putusan MK adalah untuk meminimalisasi terjadi potensi suara yang hilang di daerah saat pemilu.

“Ini juga merupakan pengakuan atas keanekaragaman yang dimiliki terutama dalam aspek politik,” kata dia.

Terkait kecewanya beberapa partai besar atas putusan MK tersebut, Edi mengatakan hal itu dapat dipahami. “Jika ambang batas parlemen diberlakukan 3,5 persen secara nasional, hal itu akan menguntungkan partai-partai besar karena akan menambah perolehan kursi di daerah,” kata dia. (Ant/OL-10)
sumber: http://www.mediaindonesia.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *