ROKOK DAN PENDARAHAN OTAK

Merokok 20 batang setiap hari berpeluang tiga kali mengalami pendarahan otak fatal.
JAKARTA – Mengisap lebih dari 20 batang rokok setiap hari berpeluang tiga kali lipat mengalami pendarahan otak fatal. Hasil studi yang ditulis dalam Journal of Neurology, Neurosurgery and Psychiatry menunjukkan, perokok berat lebih mungkin menderita pendarahan otak subarachnoid haemorrhage (SAH) dibandingkan nonperokok, ilmuwan menemukan.

SAH terjadi ketika ada tonjolan di pembuluh darah yang lemah, yang disebut aneurisma. Tonjolan darah ini kemudian pecah dan darah menyembur ke otak. Kemungkinan bagi pasien SAH untuk bertahan hidup sebesar 50 persen dan korban yang selamat sering berhadapan dengan risiko cacat seumur hidup.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Chi Kyung Kim dari Seoul National University Hospital, mengatakan “Studi kami menunjukkan bahwa merokok meningkatkan risiko SAH, tetapi berhenti merokok mengurangi risiko dalam waktu yang tergantung pada caranya, meskipun efek menguntungkan ini dapat dikurangi pada perokok berat, mengutip Daily Mail, Kamis (30/8).

Para peneliti Korea menyelidiki 426 kasus perdarahan SAH  antara 2002 hingga 2004. Para pasien SAH tersebut dibandingkan dengan grup yang terdiri dari 426 orang yang cocok dengan usia dan jenis kelamin yang tidak mengalami pendarahan otak.

Hasil penelitian memperlihatkan, semakin banyak orang merokok, semakin besar risiko mereka. Bahkan, setelah menyesuaikan dengan faktor lain, seperti asupan garam, berat badan, dan riwayat keluarga diabetes, rata-rata perokok 2,84 kali lebih mungkin mengalami pendarahan otak dibanding nonperokok.

“Untuk mencegah peristiwa tragis SAH, hasil kami menyerukan upaya lebih global dan keras bagi orang untuk berhenti merokok.”

Penelitian jangka panjang sebelumnya telah menunjukkan bahwa risiko aneurisma pada mantan perokok menghilang setelah 10 sampai 15 tahun. Meski begitu, penelitian ini dianggap terlalu terbatas atau kecil untuk menarik kesimpulan yang dapat diandalkan.

Dalam jangka pendek, merokok mengentalkan darah dan meningkatkan tekanan darah, yang keduanya dapat  meningkatkan risiko perdarahan otak, kata para peneliti. Tapi, merokok juga menyebabkan perubahan permanen pada struktur dinding arteri yang akan lebih terasa pada perokok berat.
sumber : http://www.shnews.co

 

 

 

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *