PENGGEREBEKAN NARKOBA RICUH : RATUSAN WARGA LEMPARI POLISI DENGAN BATU

Medan-andalas, Penggerebekan sebuah rumah di Jalan Sering, Medan Perjuangan, yang diduga menjadi sarang narkoba, diwarnai kericuhan, Kamis (30/8) siang. Belasan petugas Dit Narkoba Poldasu yang melakukan penggerebekan itu diserang ratusan warga setempat dengan batu.

Suara letusan senjata petugas sempat terdengar beberapa kali saat petugas berusaha melindungi diri dari aksi beringas warga. Nahas, seorang warga tertembak, namun belum diketahui siapa yang menembak korban.

Insiden penyerangan itu terjadi berawal dari kedatangan belasan petugas Dit Narkoba Poldasu yang menumpang dua unit mobil dan beberapa sepeda motor ke lokasi karena mendapat informasi adanya transaksi narkoba di rumah tersebut.

Para petugas yang dipimpin Direktur Narkoba Poldasu Kombes Pol Andjar Dewanto langsung mengepung dan menggerebek rumah berdinding papan bercat biru yang dicurigai itu.

Dua pintu akses masuk ke dalam rumah didobrak paksa petugas. Di dalam rumah yang sebelumnya pernah digerebek itu, petugas menemukan lima orang tersangka yang diduga kuat sedang bertransaksi dan melakukan pesta narkoba di sebuah ruangan.

Tak hanya kelima tersangka yang identitasnya belum diketahui itu, dua warga lainnya yang sempat berusaha kabur saat penggerebekan juga diamankan.

Namun, Incang, pria yang paling dicari karena disebut-sebut sebagai pemilik rumah sekaligus bandar besar narkoba berhasil meloloskan diri dari sergapan.

Dari penggerebekan itu petugas tidak menemukan barang bukti narkoba yang disebut-sebut akan ditransaksikan. Namun, setelah mengintensifkan pemeriksaan di setiap sudut rumah, petugas menemukan sebuah banker yang diduga kuat sebagai lokasi Incang menyimpan narkorba. Saat diperiksa, ternyata benar, petugas menemukan sebuah bungkusan berisi daun ganja.

Tak hanya bunker penyimpanan rahasia, petugas juga sempat ternganga saat menemukan sebuah ruangan besar yang telah disulap menjadi tempat karaoke yang di dalamnya telah dilengkapi bar dan mesin Disc Jockey (Dj).

Terkejutnya lagi, sebuah pintu rahasia yang berada di dalam kamar mandi yang digunakan tersangka Incang untuk melarikan diri berhasil ditemukan petugas.

“Wow, ngeri juga persiapan dia,” sebut seorang petugas yang turut melakukan penggerebekan saat melihat pintu rahasia yang ditutupi kaca besar.

Saat penggerebekan tengah berlangsung, warga setempat lalu ramai-ramai mendatangi lokasi dan berkumpul di depan pintu gerbang. Warga kemudian mempertanyakan petugas yang melakukan penggerebekan dan penggeledahan tanpa disertai pihak kelurahan maupun Kepling setempat.

Namun, petugas tidak menghiraukan keberatan warga setempat tersebut. Diduga karena tidak senang daerahnya digerebek, warga pun emosi. Tiba-tiba dari arah belakang, batu-batu melayang ke arah petugas yang berada di dalam rumah.

Situasi pun berubah ricuh, panik, dan tegang. Karena diserang, petugas kemudian berusaha menyelamatkan diri masuk ke dalam rumah yang digerebek. Saat itulah terdengar beberapa kali suara letusan senjata. Tak hanya petugas, dua unit mobil milik personel polisi termasuk milik Dir Narkoba tak luput dari penyerangan warga.

Kalah jumlah, belasan petugas sempat terkurung. Beberapa jam kemudian, puluhan petugas dari Polresta Medan dan Sat Brimobdasu yang diminta bantuan tiba di lokasi dengan menumpang dua unit truk dan beberapa sepeda motor.

Melihat jumlah petugas bersenjata lengkap semakin banyak, warga pun mundur. Petugas bantuan kemudian mengamankan sekitar lokasi. Setelah itu barulah petugas Dit Narkoba Poldasu berani keluar dari dalam rumah.

Selanjutnya petugas Dit Narkoba kembali melanjutkan penggeledahan dan menyeser beberapa rumah warga yang diduga tempat tersangka kabur bersembunyi dengan dibantu petugas dari Polresta Medan dan Sat Brimobdasu. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.

Usai melakukan penggerebekan dan penggeledahan, petugas memboyong ketujuh tersangka berikut barang bukti daun ganja, amunisi, dan sebuah mobil jenis Toyota Innova dengan Nopol BK 1234 QY ke Mapoldasu.

Direktur Narkoba Poldasu, Kombes Pol Andjar Dewanto ketika ditemui disela-sela penggerebekan mengaku pihaknya melakukan penggerebekan setelah mendapat informasi dari masyarakat. Dan Incang, pria yang berhasil kabur saat penggerebekan merupakan buruan utama yang sudah 4 bulan belakangan ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Tempat ini sebelumnya sudah pernah kami gerebek, tapi dia (Incang, red) berhasil kabur. Nah, tadi kami dapat kabar akan ada transaksi di sini, makanya kami kembali melakukan penggerebekan. Namun, Incang berhasil kabur lagi,” sesal Andjar seraya menuturkan salah seorang tersangka yang berhasil diamankan bernama Bagus Atmaja, merupakan petugas Lapas Kelas I Medan yang beberapa waktu lalu pernah tertangkap dalam kasus sabu.

Andjar mengaku akan terus memburu tersangka hingga berhasil membekuknya. “Dia memang terkenal sebagai bandar besar narkoba, baik untuk ganja maupun sabu,” sebutnya.(TIM)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *