PEMKO BINJAI TINDAK GALIAN C MENDADAK

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI – Terkait masih terus beroperasinya Galian C Ilegal di Kota Binjai, Walikota Binjai Idaham mengaku hingga sekarang Pemerintah Kota (Pemko) Binjai belum bisa memastikan kapan Galian C ini akan ditindak. Padaha beberapa hari yang lalu sebelum Idul Fitri, dirinya mengatakan Pemko Binjai dengan beberapa unsure Muspida akan melakukan penindakan.

“Kita akan melakukan tindakan dalam waktu dekat. Kapan waktu penindakan belum bisa kita pastikan,” tegas Idaham kepada Tribun saat di konfirmasi usai acara Halal Bihalal Partai Keadilan Sejahtera di Pendopo Umar Baki Binjai, Minggu (2/9).

Alasan belum bisa dipastikannya waktu penindakan Galian C karena, menurut Idaham, yaitu penindakan harus dilakukan pada saat beroperasinya Galian C maka waktu penindakan harus secara tiba atau secara dadakan, sehingga para pelaku Galian C ini tidak dapat menghindar dari petugas. “Karena penindakan itu sifatnya dadakan jadi harus dilakukan secara menadadak dilakukan maka tidak bisa kita pastikan kapan waktu penindakannya,” terangnya.

Agar penindakan Galian C ini terkoordinasi dengan baik maka, Idaham mengatakan Pemko Binjai saat ini telah menunjuk Ketua Tim Penindakan Galian C tanpa izin ini. Adapun yang tergabung dalam Tim Terpadu tersebut yaitu Polres Binjai, Kejaksaan Negeri Binjai, Kodim 0203/Binjai-Langkat dan anggota DPRD Kota Binjai.

“Ketuanya sudah kita berikan kepada Sekretaris Daerah, Iqbal. Tim sudah bentuk, saat ini mereka sudah melakukan rapat beberapa kali untuk membahas Galian C ini,” ucapnya.

Idaham mengungkapkan Pemko Binjai dalam melakukan penindakan nanti, akan meneliti dampak galian C terhadap lingkungan hidup maupun kepada hal – hal yang lain. Oleh karena itu, dalam Undang – Undang tentang Lingkungan Hidup, jika ada dampaknya maka dapat diberikan sanski pidana penjara maupun denda hingga puluhan juta rupiah. “Ada. Tentunya kita lakukan penelitian tentang dampak lingkungan hidup dari Galian C ini,” paparnya.

Pantauan Tribun, di beberapa jalan – jalan protokol, mobil pengangkut Galian C ini masih terus beroperasi tampak aturan. Sebab mobbil pengangkut Galian C ini melintas kerap berbondong – bonding sehingga jalanan macet dan laju lalu lintas melambat. Tidak hanya itu, tanah atau galian yang diangkut kerap melimpah dan jatuh ke jalan, akibatnya jalan berabu sehingga dapat menimbulkan iritasi pengendara dan penyakit paru-paru.

Sebelumnya, Idaham pernah membantah Pemko Binjai takut terhadap preman karena adanya terror – terror yang dilakukan oleh oknum yang diduga preman pengelola Galian C agar Pemko Binjai takut melakukan penindakan. “Kenapa takut?

Kalau negera kita ini diatur preman bagus kita bubarkan saja Republik ini. Kan mau ulang tahun Republik ini besok makanya agar ada kebersamaan dibentuk tim (untuk menghadapinya),” katanya.
sumber : http://medan.tribunnews.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *