PEMKAB BIREUEN DIMINTA TERTIBKAN LEMBAGA PNFI

Bireuen-andalas, Sejumlah masyarakat sangat mengharapkan kepada Pemkab Bireuen melalui Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Bireuen, khususnya Bidang Prasekolah dan Luar Sekolah (PS dan LS) untuk menertibkan lembaga-lembaga di jajaran Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI).

“Untuk kepercayaan masyarakat serta adanya kelanjutan upaya pemerintah untuk menuntaskan pengangguran, maka lembaga-lembaga baik lembaga kursus maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) harus eksis dan positif tidak merupakan lembaga virtual dan musiman,” Sebut Drs H Suherman Amin pensiunan Kepala UPTD SKB Bireuen.

Disebutkan, hasil observasinya selama ini ke lapangan melaporkan banyak Lembaga yang hanya melaporkan nama lembaganya saja, tetapi sebenarnya tidak melakukan apa-apa. Bahkan jika ada bantuan untuk pelaksanaan kegiatan hanya dilakukan sekadarnya.

Terkait masalah itu, pihak Disdikbudpora harus benar-benar berupaya mendata serta menertibkan semua lembaga-lembaga Pendidikan Nonformal Dan Informal (PNFI) agar bisa dipercaya, dan semua orang respect terhadap PNFI.

Saat ini makin banyak animo masyarakat yang ingin mendirikan PKBM dan Lembaga-Lembaga Kursus hanya mencari dana melalui profosal ke Pusat (Dirjen PAUDNI), Balai Regional (Medan) dan Dinas Pendidikan (Banda Aceh) serta Pedkab Bireuen.

Sementara itu, Drs Amiruddin MPd juga mengharapkan hal yang sama sebagaimana harapan masyarakat. Dia meminta agar keinginan masyarakat tersebut dikontrol dan pihak Disdikbudpora melalui Bidang PS dan LS, jangan asal memberikan rekomendasi pengajuan dana apalagi Lembaga tersebut diyakini standar pelayanan minimal tidak terpenuhi.

Begitupun pihak UPTD SKB jangan begitu mudah merekomendasi lembaga-lembaga yang tidak eksis dan memenuhi stándar pelayanan, dalam pengajuan dana dengan proposal yang baik tetapi hanya sebatas proposal dan sebaiknya di verifikasi dulu ke lapangan layak atau tidak layak.

“Bidang PS dan LS Disdikbudpora harus bersungguh-sungguh untuk menekankan layanan PKBM dan Lembaga Kursus harus betul-betul memenuhi standar layanan minimal,” kata Drs Amiruddin.

Selain itu, Amiruddin juga meminta pihak terkait dan kompeten lainnya untuk benar-benar memantau proses pembelajaran dan kegiatan di lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan. Diharapkan, semua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan memastikan proses pembelajaran terjadi dan peserta didik benar-benar belajar.

“Kasihankan pemerintah menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk penuntasan wajib belajar sembilan tahun, tetapi tidak memberikan pengalaman belajar yang benar kepada generasi penerus bangsa konon lagi tamatan Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA tidak memperoleh ilmu pengetahuan sehingga tidak dipercaya oleh masyarakat,” ungkapnya. (HERA)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to PEMKAB BIREUEN DIMINTA TERTIBKAN LEMBAGA PNFI

  1. Pingback: how long do mushrooms last

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *