PEMERINTAH JANJI ASURANSIKAN PETANI GAGAL PANEN

MedanBisnis – Jakarta.Ditargetkan, Pembentukan Holding BUMN Pangan Rampung 2014. Menteri BUMN Dahlan Iskan menargetkan pembentukan BUMN Pangan yang menggabungkan PT Pertani, PT Sang Hyang Seri, PT Berdikari, PT Pusri dan Perum Bulog bisa rampung pada akhir 2014.
“Setidaknya 5-6 perusahaan yang terkait dengan komoditas pertanian dan peternakan bisa digabungkan, melalui opsi merger atau pun membentuk satu induk usaha (holding) BUMN Pangan,” kata Dahlan, usai Rapat Pimpinan Kementerian BUMN, di Kantor PT Pertani (Persero), Jakarta, Selasa (28/8).

Menurut Dahlan, penggabungan tersebut selain menciptakan kekuatan besar di bidang pangan juga agar perusahaan-perusahaan itu lebih fokus dan efisien. “Pembentukan BUMN Pangan juga bagian dari program ketahanan pangan nasional,” tegas Dahlan.

Sejak  2011  lalu,  pemerintah  mencanangkan  sebuah  program  bertajuk Gerakan  Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K), yang bertujuan mendukung  target  surplus  produksi  beras  sebesar  10  juta  ton  pada 2014.

Dalam jangka pendek ditambahkan Dahlan, para BUMN Pangan tersebut juga akan mencetak sawah baru seluas 100.000 hektare, sebesar 30.000 hektare digarap oleh PT Pertani, 40 hektare Syang Hyang Seri, dan 30.000 oleh Pusri.

Meski pembentukan BUMN Pangan tersebut sudah masuk dalam rencana program “right sizing” (penyesuaian jumlah) BUMN, namun Dahlan belum memastikan nama perusahaan hasil merger (holding) BUMN Pangan yang dimaksud.

Dahlan hanya menjelaskan, untuk mencapai target-target tersebut pada tahap awal yang menjadi prioritas dalam jangka menengah adalah menggabungkan PT Pertani dan PT Sang Hyang Seri.

“Dua BUMN ini bisnisnya hampir mirip, pengembangan benih dan distribusi pupuk. Nantinya setelah merger Pertani fokus pada gabah. Sedangkan Sang Hyang Seri yang fokus pada pengembangan benih. Intinya masing-masing BUMN akan  memiliki spesialisasi,” tegasnya.

Selanjutnya, BUMN lainnya seperti PT Berdikari akan difokuskan pada pengembangan peternakan, dari sebelumnya juga menjadi distributor pupuk.

Sedangkan Perum Bulog sesuai dengan kapasitasnya bisa menjadi perusahaan yang selalu siap menampung produksi gabah dan beras petani, dan bisa dikembangkan dengan komoditas lainnya. “Kalau perusahaan-perusahaan tersebut disinergikan, maka masalah ketahanan pangan nasional bisa dijamin,” ujarnya.

Untuk itu tambah mantan Direktur Utama PT PLN ini, yang dibutuhkan saat ini adalah bagaimana secepatnya masing-masing BUMN dapat memiliki kekhususan sehingga unggul pada setiap komoditas dilakoninya. “Jenis kelamin (kekhususan BUMN–red) harus diperjelas, sehingga tidak ada yang memiliki bisnis tumpang tindih dengan yang lainnya. Dengan begitu BUMN yang bersangkutan kapasitasnya bisa lebih ditingkatkan,” ujarnya.(ant)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Berita Pilihan, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *