PEMBUNUH TOKE BOTOT DITANGKAP

Medan-andalas Kepolisian Sektor (Polsekta) Percut Seituan meringkus dua tersangka perampokan dan pembunuhan atas toke barang bekas (botot), Husein, 52, warga Jalan Merah, Kelurahan Kesawan, Medan Barat pada Kamis (30/8) malam. Sebelum dibunuh, sepeda motor dan dua unit handphone dirampok oleh dua tersangka.

Kedua tersangka yang merupakan penjaga gudang usaha botot ituĀ  adalah Samsul Bahri Pohan (21), warga Komplek Perumahan Cendana Asri Blok O No 19, Desa Sena, Batang Kuis dan Amlis Gossani Hasibuan alias Sanni (23), warga Jalan Beringin, Medan Tembung.

Informasi yang diperoleh andalas di Mapolsekta Percut Seituan, perampokan dan pembunuhan yang dilakukan dua tersangka dipicu oleh dendam terhadap korban.

Menurut pengakuan salah satu tersangka di Mapolsekta Percut Seituan, Samsul Bahri Pohan menyebutkan, dirinya nekat melakukan perampokan dan pembunuhan karena upah korban bekerja di usaha barang bekas sering di potong untuk membayar rekening listrik.

“Gajiku sering di potong untuk membayarkan rekening listrik tempat usahanya itu. Selain itu, aku juga selalu dituduh mencuri jika ada barang yang hilang,” tuturnya.

Dia kembali menyebutkan, dirinya tidak tahan atas perlakuan yang sering mendapatkan lontaran caci maki dari korban.

“Aku tidak tahan atas perlakuannya yang sering mencaci maki kami berdua. Karena hal itulah kami nekat menghabisi nyawanya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsekta) Percut Seituan Komisaris Polisi (Kompol) Maringan Simajuntak menyebutkan, tersangka Sani menyerahkan diri ke Mapolsekta Percut Seituan.

Sedangkan tersangka lainnya Syamsul Bahri diringkus dari kediamannya. Sebelum menghabisi nyawa korban, kedua tersangka sempat melakukan merampas sepada motor dan dua unit handphone.

“Perampokan dan pembunuhan di latar belakangi oleh rasa dendam dua tersangka terhadap korban. Kebetulan tersangkan Sani beserta isterinya bertempat tinggal di gudang botot milik korban,” sebut Maringan Simajuntak.

Maringan kembali menyebutkan, pembunuhan ini memang sudah direncanakan oleh kedua tersangka. Pada Jumat (24/8) kedua tersangka merencanakannya namun pada Sabtu (25/8) kedua tersangka menghabisi nyawa korban.

“Kedua tersangka telah merencanakan pembunuhan ini. Tersangka Sani mengajak seorang kawannya Samsul Bahri Pohan yang terlibat langsung untuk membantu membunuh korban.

Dari lokasi kejadian disita barang bukti berupa sebuah tali danĀ  untuk menjerat leher korban dan satu balok kayu dan besi. Usai memukul dengan balok dan besi, leher korban dijerat oleh tali,” paparnya.

Atas tindak kejahatan tersebut, kedua tersangka yang masih usia muda tersebut terjerat dua pasal berlapis yakni pasal 365 dan pasal 338 berencana hingga menghilangkan nyawa seseorang.
“Kedua tersangka paling minimal 12 tahun penjara karena telah merencanakan pembunuhan tersebut,” pungkas Maringan. (ACO)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *