MOBIL TAMBANG DAN PERKEBUNAN DILARANG MINUM SOLAR BERSUBSIDI

PEKANBARU–MICOM: PT Pertamina Marketing & Trading Sumatra Bagian Utara
(Sumbagut) melarang mobil angkutan barang untuk kegiatan usaha perkebunan dan pertambangan menggunakan solar bersubsidi.

Assisten Customer Relation PT Pertamian Sumbagut Sonny Mirath di Pekanbaru, Riau, Jumat (31/8), mengatakan kebijakan itu merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Energi dan sumber Daya Mineral (ESDM) No 12/2012 tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak.

Pada pasal 6 ayat (1) peraturan tersebut disebutkan sejak 1 September 2012 mobil barang yang dipergunakan untuk kegiatan perkebunan dan pertambangan dilarang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi. “Kami siap mengimplementasikan peraturan ini,” kata Sonny.

Oleh karena itu, ujarnya, ia telah menyiapkan sarana dan fasilitas untuk pelayanan BBM non subsidi bagi grup konsumen tersebut. Untuk tahap awal, di wilayah Sumbagut (Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau) telah disiapkan 22 unit stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menyediakan pelayanan solar non subsidi.

Dari 22 SPBU tersebut, kata Sonny, empat di antaranya berada di Sumatra Utara. Di Sumatra Barat, Kepulauan Riau, dan Aceh masing-masing ada tiga unit. Sedangkan di Provinsi Riau disediakan delapan SPBU solar non subsidi.

Selain itu, Pertamina juga menyiapkan 11 unit mobile SPBU yang dapat mendatangi sentra-sentra angkutan pertambangan maupun perkebunan. Jumlah SPBU yang disiapkan Pertamina, lanjut Sonny, akan terus bertambah seiring dengan perkembangan implementasi peraturan tersebut di lapangan. (BG/OL-01)
sumber: http://www.mediaindonesia.com

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan. Bookmark the permalink.

1 Response to MOBIL TAMBANG DAN PERKEBUNAN DILARANG MINUM SOLAR BERSUBSIDI

  1. Pingback: Vapes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *