LOKASI PENAMPUNGAN GANJA DIGEREBEK

390 Kg Ganja Asal Aceh Disita

Kepolisian Sektor Kalideres dan Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat menggerebek lokasi penampungan narkotika jenis ganja di Bencongan, Tangerang, Rabu (29/8).

Dari penggerebekan itu, selain menyita barang bukti 390 kilogram ganja senilai Rp1 miliar,  polisi juga meringkus dua orang tersangka.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui nilai ganja yang disimpan senilai Rp1 miliar dengan kualitas terbaik. Selain itu petugas juga menciduk dua tersangka bermana Asmoni (38) dan Mpek (34).

“Dari hasil penyidikan lebih lanjut dan pengembangan ke yang lebih besar, diketahui jika ganja dipasok dari wilayah Aceh. Di sini kemudian disebar ke wilayah Jakarta dan sekitarnya seperti Tangerang dan Sukabumi,” kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Suntana kepada wartawan, Jumat (31/8).

Dari penggerebekan, ditemukan 390 kg ganja yang disimpan di dalam kontrakan milik Asmoni (38). Pria tersebut sudah berhasil ditahan polisi.

“Diketahui jika tersangka sudah beraksi sejak dua tahun silam. Ia mendapatkan dari jaringan yang berada di Aceh lewat jalur darat. Modusnya menggunakan kendaraan pribadi karena jika lewat jalur udara mustahil dilakukan,” jelas Suntana.

Sementara itu, Kasat Narkoba Jakarta Barat, AKBP Gembong Yudha mengatakan, Asmoni menjual ganja dengan harga Rp2,2 juta perkilogramnya. Gembong ganja tersebut juga memastikan jaringan narkoba ini bersifat nasional.

“Tapi dia jualnya per ons, dengan harga Rp300 ribu sampai Rp350 ribu. Dari sana dia dapat untungnya,” katanya.

Sementara Asmoni saat berbincang dengan wartawan menjelaskan, ia mendapat upah Rp5 juta. Ia hanya bertugas untuk menjaga ganja yang dikirim dari Aceh.

“Jadi saya cuma jagain barangnya. Nanti yang mau beli lewat saya. Dibayar Rp5 juta sampai barangnya habis,” jelas Asmoni.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Sektor Kalideres, Jakarta Barat berhasil membekuk Mpek (34) yang merupakan salah seorang pemakai. Dari penangkapan ini, polisi menyita satu paket ganja.
Polisi kemudian memburu Asmoni dengan menggunakan Mpek sebagai pancingannya. Mpek berperan sebagai calon pembeli untuk memancing Asmoni keluar dari rumahnya. Pada akhirnya pada pukul 12.30 WIB, polisi berhasil membekuk Asmoni.

Keduanya saat ini mendekam di tahanan Polres Jakarta Barat. Mereka dikenakan Pasal 112, 114 dan 132 UU Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup hingga hukuman mati.
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *