LBH SIAP ADVOKASI PEJABAT PEMKO DITIPU RP 235 JUTA

MEDAN (Berita): Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan akan terus mendorong agar kasus penipuan dan penggelapan Rp235 juta dengan modus percaloan jabatan Pemko Medan dan iming-iming masuk PNS diusut tuntas.

“LBH siap memberi advokasi kepada korban,” ujar Direktur LBH Medan Nuriono, SH kepada wartawan di Medan, Kamis (30/8). Namun, dia mengakui, dia tidak tahu kasus ini diproses sejauh mana, juga tidak tahu apakah memang ada konspirasi atau tidak. Tapi yang jelas, menurut Nuriono, sepanjang belum SP-3, kasus ini bisa dibuka kembali.

Soalnya, kasus penipuan dan penggelapan yang dialami pejabat eselon III Disperindag Medan (saat itu), sudah disidik Polresta (d/h Poltabes) Medan sejak September 2008, tapi tidak tuntas sampai sekarang.

Salah seorang pejabat eselon III ditipu mentah-mentah dan kantongnya dikuras Rp235 juta, setelah termakan iming-iming akan diurus menjadi pejabat eselon II di jajaran Pemko Medan.

Polisi telah menetapkan MA alias N, PNS Diklat Pemrovsu, sebagai tersangka penipuan dan penggelapan dalam kasus ini. Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti berupa kwitansi tanda terima yang ditandatangani tersangka.

H. Suwarno, SH, yang menjadi korban,  mengungkapkan, uang Rp235 juta disetornya kepada tersangka secara bertahap, setelah yang bersangkutan, menurut dia, mengatakan bisa mengurus masuk dua anaknya menjadi PNS di Departemen Kehakiman dan PN Medan serta mengurus menjadi pejabat eselon II di Pemko Medan.

“Uang Rp235 juta kemudian disepakati untuk mengurus dua anak saya masuk PNS dan biaya mengurus saya menjadi eselon II. Uang Rp130 juta dari Rp235 juta itu katanya untuk mengurus saya menjadi eselon II di Pemko Medan, selebihnya untuk biaya mengurus anak saya menjadi PNS,” ujarnya.

Dijelaskan, uang ini disetor secara bertahap sejak 29 Maret 2003, tahap awal disetor Rp90 juta. Sedangkan pada 8 Maret 2004, tersangka datang lagi ke kantornya Disperindag Medan di Jalan Mangkubumi dan diserahkan Rp50 juta dan pada 15 Maret 2004 diserahkan Rp80 juta.

Tapi karena sampai 2005 anak-anaknya tidak ada yang diangkat menjadi PNS dan dia juga tidak menjadi pejabat eselon II, dia mendatangi tersangka. Tersangka meminta Suwarno bersabar.

Pada 2006, Suwarno kembali menjumpai tersangka. “Saat itu dia mengatakan akan mengembalikan uang saya, tapi sampai pada 2007 tidak juga dikembalikan. Dia kembali mendatangi tersangka pada Agustus 2008, tapi uangnya tetap tidak dikembalikan. “Karena saya jelas-jelas sudah dirugikan, saya kemudian membuat laporan pengaduan ke Poltabes Medan pada 3 September 2008, dengan nomor LP/2203/IX/2008/Tabes,” ujarnya. Tapi kasusnya tidak juga tuntas sampai saat ini. (irh)
sumber: http://beritasore.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

3 Responses to LBH SIAP ADVOKASI PEJABAT PEMKO DITIPU RP 235 JUTA

  1. Pingback: sell cvv

  2. Pingback: Unlimited Web Hosting from $0.99

  3. Pingback: glock 17

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *