KENDURI BLANG RUTINITAS BAGI PETANI

Bireuen-andalas, Kenduri Blang (Kenduri turun ke sawah) yang dilaksanakan di areal persawahan oleh para petani, merupakan salah satu rutinitas secara tradisinao (adat) masyarakat Aceh umumnya pada saat musim tanam padi akan dimulai.

Dalam kegiatan Kenduri Blang tersebut selain dihadiri para petani yang memiliki sawah, juga diundang Geuchiek, Peutuha Peut, Peutuha Lapan dan tokoh masyarakat serta para anak yatim untuk mencicipi makanan yang disediakan secara kebesamaan.

Tgk Sakdan warga kecamatan Kuala, Bireuen mengatakan, Kenduri Blang memang sudah biasa dilakukan oleh masyarakat, waktu mau turun ke sawah atau waktu padi mulai berbuah sebagai salah satu bentuk rasa syukur warga terhadap Allah.

“Sebelum menyantap kenduri, kita terlebih dahulu mengelar doa, tujuannya puji syukur kepada Allah SWT atas permohohan serta limpahan rezeki yang akan maupun sudah kita dapat. Dengan adanya syukuran seperti ini mungkin pada saat musim tanam berikutnya akan melimpah rezekinya,” ungkap Tgk Sakdan.

Tgk Sakdan menambahkan, selain melakukan acara kenduri sekaligus gelaran doa syukuran para petani melakukan diskusi, menyangkut dengan penentuan hari turun ke sawah dan aturan-aturan yang berlaku ketika turun ke sawah.

“Kita juga membuat peraturan gampong larangan bagi petani untuk ke sawah, pada hari Jumat dan hari besar Islam lainya. Dan pelaksanaan khenduri sebagai rasa syukur terhadap Allah, mereka juga berdoa agar padi mereka nantinya jauh dari marabahaya dan memperolh hasil yang memuaskan,” ungkap Tgk Sakdan. (HERA)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *