“KEDAPATAN 86, SAYA PINDAHKAN KE NIAS”

Medan-andalas Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro menegaskan tidak akan menolerir anggota polisi lalu lintas yang kedapatan “86” (damai di tempat) dengan pelanggar lalu lintas. Ia meminta pelanggaran lalu lintas tidak boleh lagi ada pembiaran, kecuali harus ada tindakan tegas.

“Saya minta tidak ada pembiaran lagi terhadap pelaku pelanggaran lalu lintas, apalagi sampai melakukan 86. Jika terbukti ada petugas melakukan 86, langsung diperiksa Propam. Sebab, petugas haram melakukan 86. Selain itu tak tertutup kemungkinan pelakunya saya pindahkan ke Pulau Nias dan Phakpak Barat,” tegas Kapoldasu, Jumat (31/8).

Selain itu, sambungnya, tindak petugas melakukan 86 tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan karier petugas bersangkutan.

Hal itu disampaikan Kapolda saat memberikan pengarahan bersama Wali Kota Medan kepada jajaran petugas Satlantas Polresta Medan, dan Satpol PP, dalam rangka penertiban lalu lintas di Kota Medan, Jumat (31/8).

Menurutnya seluruh aparat Satlantas Polresta Medan tidak boleh lagi melakukan pembiaran terhadap warga yang melanggar peraturan lalu lintas.

“Begitu menemukan pelanggaran lalu lintas, pelakunya harus ditindak tegas dan berkasnya harus sampai ke pengadilan untuk disidangkan,” katanya.

Kepada masyarakat, Kapoldasu juga mengimbau untuk tidak menitipkan uang tilang kepada petugas, karena seluruh pelaku pelanggaran lalu lintas akan disidang.

“kita akan berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri menjatuhkan denda maksimal guna memberikan efek jera terhadap pelanggar lalu lintas,” ujarnya.

Saat melakukan penertiban, sebut Kapolda, petugas di lapangan tidak boleh sembunyi-sembunyi dan mencari-cari kesalahan pengemudi kendaraan bermotor.

“Itulah yang membuat masyarakat tidak percaya lagi sama petugas. Jadi, sudah tidak zamannya lagi melakukan tindakan seperti itu, sebab masyarakat sekarang terus mengawasi,” ujarnya mengingatkan.

Kepada Kapolresta, Kasat Lantas, dan para Kapolsek, Kapoldasu menginstruksikan untuk melakukan pengawasan secara ketat agar tindakan-tindakan kurang terpuji seperti itu tidak terjadi. “Saya yakin, jika ini berjalan Kota Medan pasti mendapatkan penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) tahun depan,” ucapnya.

Menurut Kapolda, langkah tegas ini harus diambil mengingat kondisi perlalulintasan di Kota Medan sangat semrawut. Di samping itu tingkat kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan terjadinya kematian di Sumatera Utara cukup tinggi.

“Terbukti, baru 18 hari Operasi Ketupat Toba 2012 digelar, sebanyak 87 pengemudi kendaraan bermotor tewas akibat kecelakaan. Sebagian besar korban yang meninggal dunia itu pengendara sepeda motor dan masih dalam usia produktif. Tingginya angka kecelakaan yang menyebabkan terjadinya kematian ini lebih besar dibandingkan korban tewas akibat perang,” terangnya.

Sementara Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengakui budaya tertib berlalu lintas di Kota Medan masih belum sepenuhnya terwujud. Pasalnya, selama kurun waktu satu tahun tercatat sebanyak 4.000-an kasus pelanggaran lalu lintas terjadi.

“Ini menjadi tantangan bersama, karenanya Satlantas, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP harus semakin bersinergi,” pintanya.

Menurut wali kota, ada dua hal yang menjadi latar belakang kecelakaan lalu lintas yakni, pertama trend kecelakaan lalu lintas dan kedua adalah faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti kesiapan aparatur dan disiplin/budaya berlalu lintas.

Permasalahan lalu lintas, sebut wali kota, kini menjadi perhatian utama, sebab dampak yang ditimbulkan ternyata bukan  hanya materi namun juga korban jiwa.

“Kita harus mampu memberikan keteladanan, sekaligus menerapkan hukum dan sanksi yang tegas bagi siapa saja yang melanggar lalu lintas. Kesidiplinan pengguna jalan dan ketegasan petugas lapangan dalam menegakkan aturan lalu lintas harus menjadi prioritas utama.

Bila perlu berikan secara shock therapy seperti standby selama 24 jam pada beberapa daerah khusus yang sering terjadi pelanggaran. Saya siap kapan saja bersama Pak Kapoldasu untuk menegakkan aturan lalu lintas tersebut,” tegasnya.(GR/TRI/starberita)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *