IRIGASI PANGKAS LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI LANGKAT

MedanBisnis – Langkat. Tidak dibangunnya irigasi sebagai pengairan lahan persawahan tadah hujan di beberapa kecamatan di Kabupaten Langkat, merupakan faktor utama menyempitnya luas lahan sawah.
“Petani sering gagal panen ketika musim tanam dan ketiadaan hujan. Akibatnya, lahan tersebut diubah fungsinya untuk perkebunan kelapa sawit ataupun komoditas lain yang dianggap lebih menguntungkan petani,” kata Abu Sofyan, selaku Koordinator Lembaga Pengkajian Pelayanan Masyarakat (LPPM) Langkat kepada MedanBisnis, Selasa (28/8).

Dikatakannya, pada umumnya lahan tadah hujan seperti di Khatib Darus, Pasar Rawa, Pasar Merbau dan Air Hitam Kecamatan Gebang, dan di Desa Pelawi, Securai, Pasar Duapuluh Kecamatan Babalan dan persawahan tadah hujan di Kecamatan Secanggang, sudah ditanami kelapa sawit . “Ini karena lahan tersebut tidak potensial lagi untuk ditanami padi karena kurangnya air,” kata dia.

Pada musim tanam bulan Juli lalu misalnya, kata Abu Sofyan, ketika ditanam benih padi curah hujan cukup. Namun, begitu rumpunnya mulai berkembang dan beranak, air di lahanpun kering, hujan tidak kunjung tiba. Akhirnya tanaman padi layu, kering dan mati. “Petani gagal panen,” akunya.

Bahkan menurutnya, Pemkab Langkat maupun propinsi dan pusat hanya setengah hati melakukan pembangunan irigasi terutama untuk lahan tadah hujan. “Lihat saja, berapa miliar uang pemerintah habis untuk membuat irigasi di Kecamatan Stabat dan Secanggang, yang tujuannya untuk mengairi sawah ribuan hektare dan dibangun sejak tahun 1972, namun terlantar. Lain lagi bangunan irigasi di Kecamatan Sei Lepan yang tak kunjung rampung dan terkesan menghambur-hamburkan uang negara,” jelasnya.

Pantauan MedanBisnis, di lahan sawah Khatib Darus, sedikitnya 10.000 hektare lahan tadah hujan yang terlantar dan tidak ditanami pada musim tanam Juni 2012, dikarenakan kekeringan. Bahkan mulai terlihat ada tanaman kelapa sawit di sana.

Menurut petani di daerah itu, pada tahun 1984, pemerintah melakukan pengerukan parit-parit di lahan persawahan yang luasnya mencapai 20 hektare untuk diari dari perencanaan pembangunan irigasi yang airnya disuplai dari Sungai Lepan.

“Sampai sekarang sawah tetap kekeringan akibat parit yang dikorek menjadi dalam sehingga air hujan begitu turun dan lari ke parit terus menghilang ke muara. Sekarang hanya setahun sekali petani menanam padi, itu pun sering gagal panen akibat sawah kekeringan,” kata Poniran, salah seorang petani.

Kalangan petani di Kecamatan Gebang, Babalan, Secanggang dan Hinai sangat mengharapkan pemerintah bisa membangun irigasi, sehingga luas lahan sawah tidak bertambah mengecil dengan alih fungsi lahan. (misno)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

2 Responses to IRIGASI PANGKAS LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI LANGKAT

  1. Pingback: DevOps Solutions Provider

  2. Pingback: blue meanies mushrooms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *