IQ JONGKOK KARENA GANJA

Remaja pengisap ganja berat tingkat IQ-nya secara konsisten lebih rendah pada usia 38 tahun.

JAKARTA – Orang-orang yang mengisap ganja sejak remaja memiliki tingkat kecerdasan (intelligence quotient atau IQ)  yang secara konsisten lebih rendah pada usia 38 tahun.  Mengisap ganja pada usia rermaja sama saja dengan membiarkan dirinya mengalami penurunan kecerdasan dan fungsi mental secara permanen hingga dewasa, penelitian baru menunjukkan.

Dalam sebuah studi selama beberapa dekade dari 1.000 warga Selandia Baru, para peneliti menemukan bahwa remaja yang menggunakan ganja setidaknya empat hari per minggu rata-rata kehilangan delapan poin IQ antara usia 13 dan 38 tahun. Dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, Senin (27/8), peneliti mengatakan, pola ini tidak terlihat di antara orang-orang yang mulai jadi perokok berat ketika dewasa.

Pengisap ganja berat cenderung menunjukkan penyusutan memori, konsentrasi, dan kemampuan otak secara keseluruhan dalam hubungannya dengan rekan-rekan mereka. Tetapi, masalah ini lebih menonjol dan tampaknya lebih bertahan lama di antara mereka yang mengkonsumsi ganja sejak remaja, studi menemukan.

Individu yang mengisap ganja berat pada masa remaja memiliki IQ yang secara konsisten lebih rendah pada usia 38. Angka ini tetap meski mereka menghentikan ganja beberapa tahun sebelumnya. Sebaliknya, IQ mereka yang relatif telat menggunakan ganja lebih erat kaitannya dengan berapa banyak ganja yang mereka konsumsi dalam masa-masa terakhir.

“Pengaruh penggunaan ganja permanen pada fungsi intelektual yang benar-benar terbatas pada remaja, (yang) menunjukkan bahwa remaja, khususnya, rentan terhadap efek ganja,” kata penulis Madeline H. Meier, seorang psikolog dan peneliti postdoktoral di Duke University di Durham, North Carolina, AS.

Penurunan delapan poin IQ tidak dapat diabaikan, penulis mengatakan. Penelitian sebelumnya menunjukkan penurunan kecerdasan sebesar itu, mempengaruhi prospek jangka panjang karier, prestasi kerja, dan pendapatan seseorang.

Ini masuk akal untuk menduga bahwa otak remaja yang masih tumbuh mungkin sangat sensitif terhadap efek kumulatif ganja, kata Dr Jeffrey Brosco, profesor pediatri di University of Miami Miller School of Medicine.

“Dalam perkembangan otak, neuron tumbuh dan berubah, sinapsis terbentuk,” kata Brosco, yang tidak terlibat dalam penelitian ini. “Ketika ada banyak perubahan dalam setiap bagian tubuh, terutama otak, biasanya berarti lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan.”

Studi baru tersebut tidak membuktikan bahwa penggunaan ganja secara langsung merusak kecerdasan. Namun, temuan ini memberikan beberapa bukti paling kuat hingga saat itu dari hubungan sebab-akibat.

Para peserta studi menjalani tes IQ ketika mereka berusia 13 tahun–sebelum mereka pernah mencoba ganja–dan dites lagi ketika dewasa. Ini dilakukan untuk mengetahui kecerdasan mereka sebelum dan sesudah mengenal ganja.

Penelitian sebelumnya yang menemukan hubungan antara kemampuan mental dan mengisap ganja secara umum melihat pada satu titik dalam satu waktu, meningkatkan kemungkinan bahwa IQ rendah meningkatkan kemungkinan penggunaan ganja, bukan sebaliknya, kata Meier.

Tapi, Meier dan rekan-rekannya tidak dapat sepenuhnya mengesampingkan penjelasan alternatif untuk penurunan IQ yang terlihat dalam penelitian ini. Misalnya, meskipun partisipan dikontrol dalam penggunaan alkohol dan narkoba, mereka terfokus penuh pada ketergantungan (sebagai lawan penggunaan yang lebih umum) dan karena itu mungkin telah meremehkan efek dari remaja yang menenggak minuman keras.

“Sulit menjadi pecandu bagi seorang remaja, sehingga Anda khawatir tentang (apakah) Anda dapat yakin itu ganja,” kata Brosco. “Alkohol dikenal sebagai neurotoxin (racun syaraf-Red),” Meier menjelaskan.

Hanya lima persen dari peserta penelitian yang mulai mengisap ganja secara teratur sebelum usia 18 tahun. Dan temuan ini tidak menjelaskan apakah remaja yang kurang sering mengisap ganja mengalami penurunan IQ dan fungsi mental serupa. Karenanya, penelitian lebih lanjut akan diperlukan untuk menentukan dosis minimum ganja terkait dengan masalah ini, penulis mengatakan.

Survey menunjukkan: 17% pelajar mengkonsumsi minuman keras, merokok, dan menggunakan obat-obatan berbahaya selama waktu sekolah.
sumber : http://www.shnews.co

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

2 Responses to IQ JONGKOK KARENA GANJA

  1. Pingback: Buy Glocks Online

  2. Pingback: buy weed online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *