IMIGRAN GELAP JADI KORBAN PEMERASAN

Rata-rata uang yang diminta berkisar antara US$1.000 hingga US$3.000.

VIVAnews – Sejumlah imigran asal Afganistan dan Pakistan yang ditangkap TNI AD di Lembar, Lombok Barat, mengaku dimintai sejumlah uang oleh seseorang bercelana loreng. Jumlah uang yang diminta bervariasi antara US$1000 hingga US$3000.

Rajab Rahimi 29 tahun salah seorang imigran asal Afganistan menceritakan aksi pungutan uang itu kepada sejumlah wartawan saat berada di Hotel Wisata Ampenan. Menurutnya permintaan uang sepihak itu dinilai sebagai bentuk pemerasan.

“Kami menyayangkan adanya permintaan uang oleh seseorang terhadap kami. Jumlahnya bervariasi, saya saja dimintai 2.000 dolar,” kata Rajab di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu,29 Agustus 2012.

Pengakuan senada juga dilontarkan, Sarwar, salah seorang imigran asal Gazni, Afganistan yang mengaku dimintai uang sebanyak US$1.000. Sarwar terkejut dengan permintaan uang itu, terlebih dirinya mengaku hanya membawa sedikit uang sebagai bekal dalam perjalanan.

“Kami ini ingin memperbaiki hidup kami sehingga pergi dari negara kami yang kacau akibat perang berkepanjangan. Tapi kenapa uang kami dirampas,” ujarnya dalam bahasa Inggris.

Sarwar yang mengaku sebagai pebisnis itu sudah mengeluarkan uang hingga US$15.000 untuk ongkos ke Australia.

Terkait kabar adanya pungutan uang terhadap para Imigran itu, Komandan Korem 162/Wira Bhakti Kolonel Infantri Zulfardi Junin mengatakan akan menindak lanjuti informasi itu. Pihaknya akan bertindak tegas jika menemukan pelaku yang meminta uang kepada para imigran itu. “Ya saya sudah mendengar informasi itu dan segera menindaklanjutinya,”ujar Zulfardi.

Menurutnya penangkapan terhadap 71 Imigran gelap itu dilakukan oleh petugas TNI AD. Ke-71 Imigran itu ditangkap dari dua bus antar kota antar provinsi setelah keluar dari Pelabuhan Lembar.

Zulfardi mengaku heran dengan lolosnya para imigran tanpa dokumen resmi itu dari Surabaya hingga Lombok yang terkenal memiliki pengawasan cukup ketat.

Seluruh imigran gelap itu langsung dibawa ke Markas TNI Angkatan Darat di Gebang, Mataram. Dari 71 imigran itu, delapan orang sempat hendak melarikan diri namun berhasil ditangkap kembali oleh petugas. Setelah sempat menginap di Markas TNI AD, mereka langsung dibawa ke Hotel Wisata, Ampenan untuk ditampung sementara. (eh)
sumber : http://nasional.news.viva.co.id

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *