FATWA SESAT SYI’AH DIANGGAP PEMICU TRAGEDI SAMPANG

Jakarta (ANTARA News) – Sekretaris Jenderal Ahlul Bait Indonesia Ahmad Hidayat menyebut fatwa sesat Syi’ah oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur pada 2007 telah memicu meluasnjya kebencian terhadap warga Syi’ah Sampang, hingga kemjudian berujung kepada kekerasan.

“Eskalasi kebencian dan penyerangan mulai menggejala selepas munculnya fatwa sesat Syiah oleh MUI Jatim pada 2007 dan fatwa serupa datang dari PWCU Sampang tak lama setelahnya,” kata Ahmad Hidayat di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan keadaan itu diperparah oleh segelintir orang yang menyalakan api kebencian kepada kaum Syi’ah.

Dia sendiri menilai fatwa sesat syi’ah oleh sebagian penceramah di Jawa Timur itu janggal karena MUI Pusat dan Kementrian Agama tak pernah mengeluarkan fatwa sesat kepada Syi’ah.

“Di negara-negara lain, Syi’ah tak pernah difatwakan sesat. Bahkan di Arab Saudi tak pernah muncul fakta serupa,” lanjut dia dalam satu diskusi di Dewan Pers, Jakarta, itu.

Dia menambahkan, fatwa sesat itu bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 danĀ  melanggar SKB 3 Menteri.

“Kami berharap agar provokator ditangkap dan hukum ditegakkan kepada para penyebar kebencian itu,” katanya.

26 Agustus lalu terjadi tragedi berdarah di Sampang setelah massa menyerbu kediaman sekitar 600 orang warga Syi’ah di tiga dusun di Kecamatan Omben, Sampang, Madura.

“Kawanan penyerbu maju dengan clurit, parang dan bom molotov. Tak ada yang bisa membendung, meskipun polisi telah mendengar rencana penyerangan itu karena kalah jumlah,” ujar Muhaimin, putra tertua Muhammad Hasyim yang menjadi korban dalam tragedi tersebut.

Laporan sejumlah media menyebutkan, fatwa sesat Syiah itu dikeluarkan lewat surat keputusan bernomor Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012. Media-media juga melaporkan, jauh sebelum fatwa itu keluar sebenarnya telah ada fatwa serupa mengenai pandangan kesesatan Syiah itu.(Ant)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *