EKSPOR BATU BARA JAMBI MEROSOT

JAMBI, KOMPAS.com – Kalangan usaha batu bara menghentikan sementara aktivitas tambang. Pasalnya, harga batu bara dunia terus merosot, mengakibatkan pengusaha enggan melakukan ekspor.

Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI) Provinsi Jambi, volume ekspor saat ini diperkirakan di bawah 100.000 ton per bulan. Kondisi ini menurun drastis dibanding tahun lalu yang masih 400.000 ton per bulan.

“Pertambangan batu bara di Jambi sedang lesu,” ujar Mirza, Direktur Eksekutif APBI Provinsi Jambi, di Jambi, Jumat (31/8/2012).

Lebih lanjut dijelaskan Kepala Kantor APBI, Nur Hadi, saat ini tidak sampai 10 usaha yang masih aktif beroperasi. Sebagian pengusaha memilih berhenti beroperasi menunggu kondisi harga batu bara dunia membaik.

Adapun, harga patokan batu bara pada April lalu masih 113 dollar AS per ton untuk kadar kalori 7.000/Kilogram, turun menjadi 94 dollar AS pada Juli. Penurunan kembali terjadi menjadi 90 dollar AS pada Agustus.

Menurut Nur Hadi, untuk sementara pengusaha batu bara hanya melakukan penambangan untuk menyelesaikan kontrak-kontrak lama, namun mereka menghentikan¬† atau menunda pembuatan kontrak baru dengan importir . “Pengusaha memilih diam dulu sampai harga dunia membaik,” ujarnya.

Terdapat 300 izin usaha pertambangan batu bara di Jambi. Sebanyak 150 izin di antaranya untuk eksploitasi.
sumber : http://regional.kompas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *