DIGAGALKAN, PENYELUDUPAN EMPAT TON DAGING SAPI ILEGAL

Tanjung Balai-andalas, Empat ton daging sapi beku impor asal India, yang diduga mengandung penyakit kuku dan mulut, kembali masuk ke Indonesia melalui Kota Tanjung Balai, kemarin.Selain daging sapi asal India, beras asal Malaysia seberat 8,3 ton juga masuk secara bersamaan.

Daging dan beras itu diduga dibawa dari Malaysia dan diseludupkan melalui perairan selat Malaka. Yakni Bagan Asahan, namun penyeludupan berhasil digagalkan aparat Koramil 08 Teluk Nibung yang bekerja sama dengan Karantina, saat truk melintas di jalan Kol Yos Sudarso, Kota Tanjung Balai.

Sekitar delapan bulan sebelumnya pertengahan Februari 2012, sebanyak 10 ton daging sapi beku asal India juga berhasil diamankan aparat Bea dan Cukai Teluk Nibung.

Informasi dihimpun andalas, sebelum penangkapan, sebuah kapal kayu muatan 200 kotak daging masing-masing kemasan seberat 20 kilogram dan beras sebanyak 166 karung masing-masing goni seberat 50 kilogram, bersandar di salah satu gudang, pinggir Sungai Asahan, di Desa Bagan Asahan.

Sejumlah orang kemudian membongkar isi kapal dan memuat 200 kotak daging ke truk Isuzu Elf BK 9428 YJ serta 166 karung beras ke truk Colt Diesel BK 8447 CI. Barang seludupan itu kemudian dibawa sopir truk Colt Diesel menuju Kota Medan dengan melintasi Tanjung Balai.

Saat melintas di jalan besar Teluk Nibung, sejumlah aparat TNI AD dari Kodim 0208/AS dan petugas Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Tanjung Balai-Asahan, yang telah mengendus aktifitas ilegal itu langsung melakukan penyetopan. Usai diperiksa, kedua sopir berikut truk dan muatannya diamankan di kantor Koramil Pulau Buaya.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Tanjungbalai-Asahan, Drh Hafli Hasibuan, dikonfirmasi andalas Kamis (30/8) d iruang kerjanya membenarkan penangkapan itu.Selain mengamankan barang bukti, pihaknya juga memboyong dua sopir truk berinisial PT (56) dan Su (45).

Dikatakan, daging ilegal itu bermerk Allana berasal dari India transit di Malaysia dan beras ilegal cap Mangga Dua dari Malaysia. Bobotnya masing-masing mencapai 4 ton dan 8,3 ton.

Ditambahkan, penangkapan berkat informasi diperoleh dari informan, yang dikembangkan intelijen Karantina Pertanian dengan instansi terkait. Saat dilakukan penggeledahan, ternyata didapati barang bukti daging dan beras seludupan.(AS)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *