COKELAT, STROKE, DAN PRIA

Teratur makan cokelat membantu pria menurunkan risiko stroke, menurut studi di Swedia.
STOCKHOLM – Satu lagi manfaat cokelat ditunjukkan para ilmuwan. Ternyata, secara teratur menikmati cokelat benar-benar dapat membantu pria menurunkan risiko terkena stroke.

Dalam jurnal Neurology, para peneliti menulis temuan bahwa dari 37.000 lebih pria yang dipantau selama satu dekade, mereka yang paling banyak makan cokelat–biasanya setara dengan sepertiga cangkir cokelat chip–memiliki 17 persen risiko lebih rendah terserang stroke daripada pria yang menghindari cokelat.

Ini bukan studi pertama yang menghubungkan cokelat dengan manfaat kardiovaskular, seperti dilaporkan Telegraph, Kamis (30/8). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa beberapa penggemar cokelat memiliki risiko yang lebih rendah dari penyakit tertentu, seperti jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

“Efek menguntungkan dari konsumsi coklat pada stroke mungkin terkait dengan flavonoid dalam cokelat,” tulis Susanna Larsson, pemimpin penelitian yang juga peneliti di Institut Karolinska di Stockholm, Swedia.

Studi lain yang dia gelar tahun silam juga menunjukkan hasil yang sama pada perempuan.

Flavonoid
Flavonoid merupakan senyawa yang berperan sebagai antioksidan dan dapat memiliki efek positif pada tekanan darah, kolesterol, dan fungsi pembuluh darah, menurut penelitian.

Untuk penelitian ini, 37.000 pria Swedia yang berusia 49-75 tahun melaporkan asupan cokelat dan makanan lain yang biasa mereka konsumsi. Setelah 10 tahun kemudian, sebanyak 1.995 pria mengalami stroke pertama kali.

Di antara laki-laki di atas, yang mengkonsumsi 25 persen cokelat, tingkat stroke mereka adalah 73 per 100.000 orang per tahun. Itu dibandingkan dengan tingkat 85 per 100.000 di antara pria yang makan cokelat dalam jumlah sedikit, laporan para peneliti.

Tim Larsson memiliki informasi mengenai faktor-faktor lain, seperti berat badan pria dan kebiasaan diet lain, apakah mereka merokok dan memiliki tekanan darah tinggi. Bahkan, setelah memasukkan  faktor-faktor tersebut, studi menunjukkan, pria yang makan cokelat paling banyak memiliki risiko 17 persen lebih rendah terkena stroke.

Namun begitu, hingga kini, para peneliti lain mencatat bahwa tidak satu pun penelitian yang membuktikan alasan cokelat menurunkan risiko stroke.

Richard Libman, Wakil Ketua Bagian Neurologi Cushing Neuroscience Institute di Manhasset, New York, Amerika Serikat menanggapi hati-hati temuan ini. Menurut dia, teori bahwa flavonoid dapat berdampak positif tetap hanya sebuah teori. Ditambah lagi, bukan hanya cokelat, bebagai makanan sehat lain juga mengandung flavonoid, termasuk apel, kangkung, brokoli, kedelai, teh, dan kacang-kacangan.

“Anda tidak bisa mulai menyarankan orang untuk makan cokelat berdasarkan ini saja. Pikirkan pula dampak negatif yang dapat muncul, seperti obesitas dan diabetes tipe 2,” dia mengingatkan.
sumber : http://www.shnews.co

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *