BELUM ADA KEPASTIAN KONVERSI MINYAK TANAH DI SUMBAR

PADANG–MICOM: Rencana penerapan konversi minyak tanah ke elpiji di wilayah Sumatra Barat hingga kini masih belum jelas karena belum ada kepastian dari Dirjen Migas.

Kepala Seksi Migas Dinas ESDM Sumatera Barat Jon Khamberli di Padang, Kamis (30/8), mengatakan, penerapan konversi minyak tanah tersebut tinggal menunggu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjuk
Pertamina sebagai pelaksana untuk pengadaan paket.

“Sebelumnya sudah dipastikan bahwa surat penunjukan tersebut akan dikeluarkan pusat seusai Lebaran, namun saat ini surat itu belum keluar dan belum ada kepastian kapan surat penunjukan tersebut akan terbit,” katanya.

Ia mengatakan, pengadaan paket berupa tabung, kompor gas, dan selang untuk wilayah Sumatera Barat baru bisa dilakukan Pertamina setelah adanya surat penunjukan dari Pusat.

“Pertamina sendiri sudah menyatakan kesiapannya dan bekerja sama dengan PT Krakatau Steel untuk pembuatan tabung, dan akan memakan waktu selama sekitar empat bulan,” ujarnya menambahkan,

Sebelumnya Dirjen Migas telah menyetujui 971.420 paket yang diajukan Pemprov Sumbar untuk konversi minyak tanah ke elpiji. Paket tersebut bakal dibagikan kepada masyarakat di 19 kota/kabupaten.

Saat ini, ESDM Sumatera Barat masih mempersiapkan tim untuk melakukan verifikasi warga yang menerima paket serta mempersiapkan pertemuan ESDM Kota dan Kabupaten serta para agen untuk menentukan harga eceran tertinggi (HET) sehingga tidak ada yang dirugikan.

“Dengan adanya program konversi ini, para agen pengecer minyak tanah diharapkan bisa mengganti minyak tanah dengan gas dan sebagai penyalur kepada konsumen,” kata Jon,

Program konversi minyak tanah ke elpiji di Sumatera Barat awalnya direncanakan pada 2009, namun ditunda karena Sumbar dilanda gempa pada 30 September 2009.

Rencana itu kembali diusulkan namun tidak disetujui dalam APBN 2012. Rencana itu baru disetujui dalam APBN-P di mana dialokasikan anggaran senilai Rp627 miliar untuk lima provinsi yang belum melakukan konversi
minyak tanah ke elpiji.

Kelima provinsi tersebut adalah Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. (Ant/OL-3)
sumber: http://www.mediaindonesia.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *