60 IMIGRAN SRILANGKA TERDAMPAR DI MENTAWAI

Sebelumnya 43 orang imigran gelap ditemukan di lokasi yang sama.

VIVAnews – Sejumlah warga di Kecamatan Malakopak, Pagai, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat kembali menemukan 60 imigran asal Srilanka. Sehari sebelumnya, warga juga telah menemukan 43 orang imigran yang diduga asal Bangladesh tengah terapung di perairan Mentawai akibat kapal mengalami kerusakan.

Ketua Satuan Petugas Penanggulangan Bencana Pagai, Joskamatir, mengatakan para imigran tersebut ditemukan terdampar dekat Malakopak. “Sore tadi pukul 17.00 WIB warga Malakopak menemukan mereka (imigran) di pulau dekat Malakopak,” kata Joskamatir pada VIVAnews, Jumat, 31 Agustus 2012.

Dengan tambahan penemuan kali ini, tercatat sudah ada 103 imigran gelap yang terdampar di Mentawai. Petugas memperkirakan para imigran tersebut berlayar menggunakan tiga unit kapal.

“Sejauh ini baru dua kapal yang ditemukan sedangkan yang satu kapal lagi masih kita usahakan untuk mencarinya,” ujarnya.

Saat ini 60 imigran itu sudah ditampung di rumah-rumah warga di Kecamatan Malakopak. Pihaknya belum bisa menuju lokasi untuk mendata kondisi para imigran yang terdampar tersebut. “Malam ini rasanya tidak mungkin bisa ke sana, mungkin besok pagi kita akan ke sana,” katanya.

Kemarin, nelayan pencari ikan menemukan 43 imigran dari Srilanka yang terapung-apung di perairan Sikakap, 30 mil dari bibir pantai. Mereka ditampung di gedung PNPM di Sikakap.

Kondisi para pengungsi dalam keadaan baik dan sejumlah peratan bekas penanganan gempa dan tsunami Mentawai beberapa lalu dimanfaatkan untuk membantu pengungsi. “Di Sikakap lokasinya cukup bagus, kita berikan matras dan makanan,” ujarnya.

Saat ditemukan, para imigran ini berada dalam keadaan lemas karena terapung-apung di lautan akibat kapal yang membawa mereka dalam keadaan rusak. Diduga, para imigran ini berniat ke Australia untuk mencari suaka. (umi)
sumber : http://nasional.news.viva.co.id

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *