56 IMIGRAN ILEGAL KORBAN KAPAL TENGGELAM DIEVAKUASI KE MERAK

[MERAK] Tim Searc and Rescue (SAR) gabungan dari Polair Polda Banten, Mabes Polri, dan Badan SAR Nasional (Basarnas) Jumat, (31/8) mengevakuasi 56 orang imigran asal Timur Tengah, di antaranya Afganistan, yang menjadi korban kapal tenggelam di Samudra Hindia, ke Pelabuhan Indah Kiat, Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon.

Para korban dievakuasi dengan menggunakan KM Enggano dan Kapal Basarnas. Dari 56 korban yang berhasil dievakuasi itu, satu orang di temukan dalam keadaan tewas akibat digigit ikan hiu. Setelah berada di Pelabuhan Indah Kiat, sekitar pukul 10.30 WIB sebanyak 45 orang korban dibawa ke Hotel Ferry Merak, dan sebanyak 11 orang dilarikan ke Rumah Sakit Krakatau Medika Kota Cilegon.

“Kesebelas korban yang dilarikan ke Rumah Sakit Krakatau Medika Kota Cilegon itu, terdiri atas  10 orang yang sakit dan satu orang lainnya tewas,” ujar Direktur Polair Polda Banten, Kombes Budi Hermawan.

Menurut Budi, tim SAR gabungan masih akan terus melakukan pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan. Sebab, dari informasi, jumlah penumpang kapal yang tenggelam itu sebanyak 150 orang. “Pencarian akan terus kami lakukan terhadap korban lainya,” ujar Kombes Budi.

Sementara salah satu korban selamat, Rajab Sholihi, asal Afganistan mengaku, dirinya berangkat dari Bogor dan melakukan pelayaran bersama imigran lainya menuju Australia. “Kami berangkat dari  Bogor dengan tujuan ke Australia. Kami merasa tidak betah tinggal di Bogor,” ujarnya.

Rajab menjelaskan,  kapal yang ditumpanginya bersama imigran lainnya tenggelam akibat dihantam gelombang tinggi hingga pecah dan akhirnya tenggelam. “Kejadinya pada malam hari,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Kamar Mesin, Kapal Basarnas, Made Oka mengatakan, imigran yang selamat ditemukan di Perairan Australia tepatnya di wilayah Samudra Hindia yang lautnya berkedalaman 1.000 meter.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh, jumlah imigran itu sebanyak 150 orang. Mereka berlayar dengan tujuan Australia. Ketika memasuki lautan lepas Samudra Hindia, kapal yang ditumpanginya dihantam gelombang tinggi. Akibat hantaman gelombang tersebut, seluruh bagian kapal hancur, dan tenggelam. [149]
sumber: http://www.suarapembaruan.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *