4 KALI LONGSOR SEBULAN INI

MUARO JAMBI, KOMPAS.com – Sebulan ini, longsor telah berlangsung empat kali di Desa Pulau Aro, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Warga diingatkan tetap mengungsi, hingga pemerintah membangun turap penahan longsor.

Pihak konsultan dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi tengah meneliti kondisi tanah, terkait rencana pemasangan turap di sepanjang bantaran tersebut.

Menurut Azwar, koordinator lapangan, Minggu (2/9/2012), longsor kemungkinan besar masih akan terjadi selama kemarau ini, terutama di lokasi kelokan sungai yang cukup tajam seperti di Desa Pulau Aro.

“Tanah di sekitar kelokan sungai terdorong aliran air yang dari arah persawahan rawa tak jauh dari sini. Ada aliran air dari wilayah yang lebih tinggi ke arah sungai, sehingga mendorong tebing yang tidak tertahan air sungai ini menjadi longsor,” ujarnya.

Longsor juga mudah terjadi, karena kondisi tanah sangat labil dan berupa pasir lempung. Pihaknya mengingatkan warga di sepanjang bantaran sungai untuk tetap berhati-hati, sebelum pemasangan turap dilaksanakan.

Sebagaimana diketahui, sekitar 60 warga mengungsi, pascamusibah longsor sepanjang 200 meter pada tebing Sungai Batanghari di Desa Pulau Aro pada Kamis lalu. Akibat longsor, satu rumah roboh dan jaringan listrik desa terputus.

Sekitar 20 rumah telah kosong ditinggal pemiliknya mengungsi ke rumah kerabat di sekitar desa. Rumah-rumah tersebut hanya berjarak 3 meter hingga 10 meter dari bibir tebing yang longsor.
sumber : http://regional.kompas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *