PASAR SUKARAMAI BAKAL JADI RUANG TERBUKA HIJAU

MEDAN (Waspada): Hingga saat ini, nasib pembangunan Pasar Sukaramai Medan belum jelas kelanjutannya. Pasca terbakar di bulan Agustus 2010, kondisinya masih terlihat  semrawut. Pemko Medan belum memberikan solusi kepada pedagang yang berjualan di pasar tradisional itu.

“Saya akan mengambil keputusan dengan DPRD terkait Pasar Sukaramai. Apakah pedagang di pasar itu direlokasi ke Pasar Bakti, kemudian Pasar Bakti kita tingkatkan lagi menjadi  lebih besar? Atau Pasar Sukaramai dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH),” kata Wali Kota Medan Rahudman Harahap kepada wartawan, Rabu (29/8).

Menurut Rahudman, nasib Pasar Sukaramai akan diputuskan tahun depan. “Jadi, keputusan nasib Pasar Sukaramai akan ditentukan pada tahun 2013,” tegasnya.

Secara terpisah, Sekda Kota Medan Syaiful Bahri mengatakan, untuk mengambil kebijakan tentang nasib Pasar Sukaramai, itu sepenuhnya tergantung kepada keputusan Wali Kota  Medan.

“Mengenai nasib Pasar Sukaramai, bergantung kepada kebijakan pak wali. Yang jelas Pasar Sukaramai itu merupakan aset Pemko Medan dan sekarang masih dikelola PD Pasar  Medan,” ujarnya.

Selama ini, kata Syaiful, ada dua alternatif yang akan dilakukan Pemko Medan terhadap Pasar Sukaramai yakni tetap menjadi pasar tradisional atau RTH dengan merelokasi  pedagang Pasar Sukaramai ke Pasar Bakti. “Semua keputusan itu merupakan kewenangan pak wali. Tentunya nanti akan dilihat dulu anggaran yang ada,” tambahnya.

Sebelumnya, Rahudman menagatakan, Pasar Sukaramai akan ditata ulang dan akan dibangun Rusunawa bekerjasama dengan Menpera RI sehingga bisa menampung masyarakat  di tempat kumuh.

“Tahun ini, kita juga mengupayakan pembangunan Rusunawa sehingga bisa menampung masyarakat yang selama ini bermukim di tempat kumuh. Bekerjasama dengan Menpera,  tahun depan Pasar sukaramai direncanakan akan dibangun bertingkat, di bawah pasar dan di atasnya perumahan, trotoar juga kita prioritaskan untuk pejalan kaki,” jelas  Rahudman.

Namun, hingga saat ini kondisi Pasar Sukaramai masih semrawut. Pedagang masih berjualan di pinggir jalan karena bangunan Pasar Sukaramai tidak bisa digunakan pasca  kebakaran. Bahkan Pemko Medan belum memberikan solusi apapun kepada pedagang.

Aggota DPRD Medan mengaku belum ada diundang Pemko Medan guna membahas pembenahan Pasar Sukaramai. “Itu sebenarnya gawean dari Komisi C, tetapi sampai saat ini  tidak dilibatkan untuk membahas pembenahan ataupun pengelolaannya,” kata anggota Komisi C DPRD Medan, Jumadi.

Dikatakannya, sejak Pasar Sukaramai terbakar pada Agustus 2010,  Pemko tidak ada memberikan solusi kepada pedagang. Seharusnya lahan tersebut tetap dibangun menjadi  percontohan pasar tradisonal modern.

“Di satu sisi lokasinya sudah cukup sentral. Dipastikan pedagang tidak mau dipindahkan ke lokasi yang lain karena lokasinya merupakan pasar yang sudah hidup. Jadi sebaiknya,  seluruh pedagang ditempatkan kembali ke pasar yang sudah dibangun,” ujarnya.

Sedangkan rencana Pemko untuk membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lokasi tersebut dan memindahkan pedagang ke Pasar Bakti, Jumadi memastikan seluruh pedagang  dari Pasar Sukaramai pasti akan menolak. Kebijakan itu, menurutnya, akan semakin membuat Pasar Bakti semrawut.

“Untuk lokasi penataan RTH kan masih banyak, tidak perlu di lahan tersebut. Lagi pula, memindahkan pedagang tidak segampang itu dengan alasan pasar yang sudah ada  merupakan lokasi pasar yang sudah hidup. Dengan begitu, dipastikan pedagang akan semakin tidak teratur dan semrawut yang nantinya akan membuat masalah baru,” demikian  Jumadi. (m50)
sumber: http://waspadamedan.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *