OVOP DI ASAHAN MULAI BERHASIL

MedanBisnis – Kisaran. Sejak diterapkan konsep one village one product (OVOP) tahun 2012 oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan mulai menunjukan keberhasilan. Seperti di Kecamatan Buntu Pane yang memiliki beberapa produk unggulan, namun yang menjadi perhatian masyarakat saat ini adalah produk keripik bunga rosella yang diproduksi masyarakat setempat.
“OVOP di daerah ini ada asam glugur, perajin tas dari tali rapiah dan kripik rosella. Tapi yang berkembang pesat adalah keripik rosella,” kata Camat Buntu Pane, Muhilli Lubis kepada MedanBisnis, Kamis (30/8).

Begitu juga dengan Kecamatan Kisaran Timur lanjut Muhilli, memiliki produk unggulan keripik selasih yang pemasarannya telah menembus daerah lain.

Selain itu di kecamatan ini juga memiliki perajin ulos di Kelurahan Kedai Ledang, Jamur Tiram di Siumbut-umbut. “OVOP di Kecamatan Kisarn Timur kami jadikan sebagai oleh-oleh atau hadiah,” jelas Camat Kisaran Timur Rahmat Hidayat Siregar.

Sedangkan di Kecamatan Bandar Pasir Mandoge lebih mengunggulkan budidaya ikan air tawar dan ternak sapi mengingat wilayahnya dikelilingi perkebunan kelapa sawit. “Tentunya produk unggulan yang kami kembangkan adalah yang sesuai dengan kondisi alam, seperti ikan air tawar,” sebut Camat Bandar Pasir Mandoge, Andre Simatupang.

Sementera itu, Kabag Humas Pemkab Asahan, Zainal Arifin menjelaskan konsep OVOP diterapkan di setiap kecamatan guna mengembangkan potensi atau ciri khas daerah masing-masing yang ada di Kabupaten Asahan. Begitu juga untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas serta nilai tambah produk, agar dapat bersaing dengan produk dari luar negeri (impor).

“Bila OVOP berjalan dengan baik maka OVOP juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat,” jelasnya.

Penerapan OVOP di Kabupaten Asahan, kata Zainal didukung oleh bantuan keuangan desa. Masyarakat yang memliki usaha  untuk mengembangkan  produk yang memiliki ciri khas daerah setempat atau produk yang secara kultural masyarakat yang memiliki potensi pasar baik domestik maupun pasar ekspor dapat mengusulkan bantuan kepada pihak desa.(indra sikoembang)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kabupaten Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>