KAPAL PUKAT TERI GANDENG DILEPAS, NELAYAN PROTES

Tanjung Balai-andalas, Menyikapi dilepasnya tiga unit kapal pukat Teri gandeng dua, KM Silo GT 4 No : 22/PHB/S.7 dan KM Silo GT 3 No :28/PHB/S.7, serta satu unit sampai langsir, yang ditangkap nelayan tradisional dan diserahkan ke TNI AL pada 6 April 2012 lalu. Nelayan tradisionil merasa kecewa dengan kinerja aparat penegak hukum, khususnya di laut.

Hal ini disampaikan Sabar Zek Sinaga, warga Bagan Asahan, seorang nelayan dalam surat pernyataannya tertanggal 27 agustus 2012, kepada andalas, Rabu (29/8). Menurutnya pukat teri gandeng dua merusak habitat laut dan dilarang beroperasi di Indonesi, berdasrakan UU No 31 Tahun 2004 tentang perikanan.

Dia juga pernah mengadukan mengadukan alat tangkap gandeng dua yang merusak laut tersebut. Namun dilepas kembali karena saran atau perintah dari seseorang yang mengaku sebagai pimpinan adat di Bagan Asahan dan Tanjung Balai.

Setahu Sinaga, nelayan Bagan Asahan, merasa tidak pernah tahu bahwa pimpinan adat yang berwenang melepaskan kapal dan alat tangkap yang merusak laut. Hingga dirinya yang melakukan penangkapan dan menyerahkannya ke Pos TNI AL di Bagan Asahan merasa keberatan dengan dilepasnya kapal beserta pukat tersebut.

Advokasi dan atau Pembela Hukum Forum Komunikasi Nelayan Indonesia Tanjung Balai–Asahan (FKNI-TBA) yang tergabung dalam Tim Pembela Hak-hak Nelayan, Harisan Aritonang mengatakan, setelah pihaknya menindaklanjuti dan membuat laporan lisan, namun tidak diterima. Pihaknya akan membuat laporan secara tertulis pada Pomal TNI AL menyangkut dilepasnya kapal pukat gandeng dua yang dilepas tanpa proses hukum.

“Kami juga telah minindaklanjuti dan menyerahkan laporan secara tertuli pada Polmal dengan tembusan ke Lantamal I di Belawan, Mabes TNI AL dan Ombusdmen di Jakarta, untuk memantau pelayanan publik,” jelasnya.

Aritonang menambahkan, adanya pelepasan tiga unit kapal pukat teri gandeng dua oleh penyidik, diduga kuat adanya suap, sehingga kapal yang seharusnya diproses secara hukum, akhirnya dilepas dengan cara adanya berdamai dengan pimpinan adat.

Untuk itu, Aritonang minta  Danlanal TBA Letkol Laut Horas Wijaya Sinaga, menindak dengan tegas oknum oknum yang membekingi pengusaha nakal. “Kapal beserta alat tangkap yang dilepas harus ditarik kembali, agar proses hukum dapat berjalan serta masyarakat percaya pada penegakan hukum,”katanya.(AS)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to KAPAL PUKAT TERI GANDENG DILEPAS, NELAYAN PROTES

  1. Pingback: glockonline.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *