JAMBU TANPA BIJI POTENSIAL DIKEMBANGKAN

MedanBisnis – Medan. Jambu bangkok, sebagaimana dikenal masyarakat memiliki biji yang banyak, bulat dan berukuran besar. Berbeda dengan jambu yang merupakan hasil penyilangan yang kemudian banyak dikembangkan petani di Desa Sei Mencirim, Kabupaten Deliserdang.
“Di desa tersebut, luas lahan jambu tanpa biji mencapai 19 hektare di mana petani menggabungkannya dengan tanaman lainnya,” kata salah seorang Penyuluh Pertanian Lapangan Dinas Pertanian Kabupaten Deliserdang Riswan, kepada MedanBisnis, Jumat (31/8) di Medan.

Dikataannya, dari sisi bentuk yang aneh memang berbeda dengan umumnya jambu bangkok. Begitu juga dengan bagian dalamnya yang tidak memiliki biji sama sekali. “Dari bentuknya memang kurang menarik, tapi kalau soal rasa tetap sama bahkan lebih manis,” akunya.

Ia menjelaskan, karena tidak memiliki biji, maka untuk mengembangkannya melalui bibit hasil okulasi. Petani yang menanam jambu tanpa biji di Sei Mencirim mulai melakukan pembibitan. Jambu tersebut mulai banyak ditanam petani sejak 4 – 5 tahun yang lalu. “Pada awalnya hanya beberapa petani yang mau menanamnya, setelah melihat hasilnya menggembirakan, petani lain mulai ikut menanamnya,” ujarnya.

Dikatakannya, di pasaran jambu tersebut oleh petani biasanya dijual dengan harga Rp 12.000 – Rp 15.000 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dari harga jambu bangkok lainnya yang harganya kisaran Rp 8.000 – Rp 10.000 per kilogramnya. Dengan harga yang lebih tinggi menurutnya petani berpeluang mndapatkan keuntungan yang lebih besar dengan membudidayakan jambu tanpa biji ini. “Kalau dilihat dari prospeknya memang tinggi, jambu tanpa biji ini potensial untuk dikembangkan,” ujarnya. (dewantoro)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *