GURU LULUS SERTIFIKASI HARUS DI-FOLLOW UP

Medan-andalas Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Ibnu Hajar MSi mengatakan, untuk menjamin profesionalitas guru-guru yang lulus sertifikasi melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), harus dilakukan follow up (tindak lanjut). Baik dilakukan secara individual, melalui program sekolah, maupun peran esksternal seperti lembaga-lembaga profesi guru lainnya.

“Harus ada follow up atas guru-guru yang telah lulus sertifikasi, sehingga tetap menjaga, menjamin dan memelihara kualifikasi yang ‘keburu profesional’ yang sudah diberi sertifikat dan dibayar tunjangan selama ini oleh pemerintah.

Pasalnya, pemerintah sudah membayar dengan uang yang cukup besar, tapi tidak ada tagihan terhadap guru-guru yang sudah dibayar tersebut,” kata Ibnu Hajar pada Workshop tentang Berbagai Isu Pendidikan, di Grand Mutiara Brastagi-Karo, Kamis (30/8).

Menurutnya, follow up pascalulus sertifikasi sangat diperlukan, jika tidak akan sia-sia. Untuk itu, harus diusulkan agar ada program-program dilakukan secara massif oleh dinas pendidikan kabupaten/kota dan oleh sekolah masing-masing. Ke depan, lanjut Ibnu Hajar, sekolah harus ada sekolah yang berani menagih kalau guru yang sudah lulus sertifikasi bisa membuat inovasi dalam pembelajaran setelah menyandang profesional sehingga memberikan kontribusi kemajuan pendidikan.

Selain itu, guru yang telah lulus sertifikasi harus “dicas”, dievaluasi dan diberi pelatihan agar kompetensinya terus meningkat, baik oleh dinas pendidikan kabupaten/kota, maupun lembaga-lembaga pendidikan. “Untuk itu, harus ada gayung bersambut dari pihak eksternal, karena penanganan guru lulus sertifikasi tidaknya di hilir saja, tapi dari hulu ke hilir dan di pertengahan,” tandas pakar sosiologi ini.

Ibnu Hajar mengusulkan, ke depan harus dikembangkan ide membuat klaster-klater dan gugus depan yang bisa menjadi tempat untuk pembinaan guru sesuai dengan mata pelajaran. Agar berhasil, program ini hendaknya dikerjasamakan. Misalnya, dinas pendidikan kabupaten/kota membuat usulan, selanjutnya dikerjasamakan dengan Unimed dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.

“Kendati dinas pendidikan kabupaten/kota dalam pembinaan gurudananya terbatas yang penting ada kemauan. Untuk itu, Unimed bisa membantu sedikit dan Dinas Pendidikan Sumut bisa membantu cukup banyak.

Ini bisa dimunculkan dalam program sebagai bagian perencanaan pembinaan mutu guru di kabupaten/kota tahun 2013. Jika program berjalan, maka bisa dilakukan evaluasi untuk perbaikan karena memang peningkatan mutu guru tidak boleh berhenti,” urainya.
Melahirkan Program

Sementara Kadis Pendidikan Sumut, Drs Syaiful Syafri MM mengatakan, Dinas Pendidikan Sumut saat ini fokus terhadap perencanaan. Makanya pertemuan ini untuk mengumpulkan ide, dengan harapan melahirkan program yang ke depannya bisa ditampung anggaran.

Dukungan juga disampaikan Staf Ahli Gubsu bidang Pendidikan dan Kesehatan, Drs HM Fitryus, SH MSP. Dia menginginkan agar usulan peningkatan mutu guru datang dari kabupaten/kota sehingga Pemprovsu melalui Dinas Pendidikan Sumut dalam R-APBD 2013 bisa ditampung.

“Seperti di Nias tidak perlu datanga ke Medan kita yang membantu uang makan dan minumnya,”ucap Fitryus.

Sebelumnya, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumut, Drs H Bambang Winardji MPd, mengatakan, uji kompetensi guru ke depan akan diberlakukan kepada semua guru Indonesia baik yang bersertifikat maupun tidak. Dalam tahap awal ini masih terhadap guru-guru yang lulus sertifikasi dan Uji Kompetensi yang digelar hanya untuk pemetaan. (HAM)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *