GALIAN C SEI ULAR RESAHKAN PETANI

MedanBisnis –Medan. Aktivitas penambangan galian C di Sungai Ular hingga saat ini terus terjadi. Padahal penambangan tersebut menimbulkan keresahan bagi para petani yang merasakan surutnya suplai air irigasi.
“Jika tidak segera dilakukan penindakan, bukan tidak mungkin target produksi padi akan berkurang dan konflik sosial juga bisa saja terjadi,” kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Sumatera Utara (Walhi Sumut) Kusnadi Oldani kepada MedanBisnis, Jumat (31/8) di Medan.

Menurutnya, aktivitas penambangan galian C di Sungai Ular yang sudah berlangsung lama ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Karena masyarakat Ujungrambung, Cilepan, Serdang Bedagai dan beberapa desa yang dilalui irigasi sangat tergantung dengan stabilitas supply air irigasi.

Ia mengkhawatirkan penambang galian C dapat memicu konflik antar sesama petani karena rebutan air. “Saat musim tanam nanti, dapat dipastikan kebutuhan air untuk mengairi lahan persawahan akan meningkat. Pada saat suplai dari alam berupa air hujan tidak mencukupi maka suplai air dari sarana irigasi merupakan penyelamatan aktifitas pertanian mereka,” terangnya.

Dikatakan Kusnadi, jika kebutuhan air petani selalu tergangu maka minat bertani menurun, produksi beras menurun, alih fungsi lahan akan terjadi maka apa yang diramalkan oleh badan  organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO) bahwa krisis pangan seperti yang terjadi pada tahun 2007/2008 akan terulang di tahun 2012/2013 ini benar adanya. “Jika ini terjadi maka target untuk mencapai 10 juta ton beras akan menjadi mimpi belaka,” katanya.(dewantoro)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *