KONSUMSI BERLEBIHAN PICU OSTEOPOROSIS

Segala sesuatu yang berlebihan memang bisa berdampak buruk bagi tubuh, termasuk kepadatan tulang, termasuk memicu osteoporosis.Pola makan memainkan peran yang penting dalam menjaga kepadatan tulang, karena itu apa yang dimakan seseorang turut menentukan seberapa kuat tulang yang dimilikinya. Namun ada makanan tertentu yang bisa membuat kepadatan tulang berkurang dan memicu osteoporosis.

Ada tiga faktor yang menyebabkan orang kena osteoporosis yaitu kurang olahraga, pola makan tidak tepat dan kurangnya paparan sinar matahari. Selain itu jika seseorang mengonsumsi hal-hal berikut ini secara berlebihan juga diketahui meningkatkan osteoporosis, seperti dikutip dari Lifemojo.

1. Kelebihan asupan protein. Konsumsi protein sangat penting untuk pertumbuhan tulang, namun jika asupannya terlalu banyak justru bisa berdampak buruk. Jika yang dikonsumsi protein dari daging merah maka bisa lebih membahayakan tulang ketimbang makan protein nabati.

2. Kelebihan kafein.Swedish Department of Toxicology’s National Food Administration menuturkan orang yang konsumsi 330 mg kafein atau 4 cangkir kopi sehari lebih rentan terhadap patah tulang karena memicu kerapuhan. Hal ini juga berlaku pada kafein yang terkandung dalam teh maupun minuman cola.

3. Kelebihan vitamin A. Vitamin A adalah nutrisi penting untuk pertumbuhan tulang, tapi hal ini bisa berbalik jadi bahaya jika dikonsumsi berlebihan. Vitamin A mengandung retinol yang menghambat penyerapan vitamin D oleh tulang, untuk itu asupan vitamin ini terutama dari suplemen harus dipantau dan dibatasi.Sebaiknya konsumsi vitamin A dalam bentuk beta karoten.

4. Kelebihan alkohol. Orang yang sering konsumsi alkohol lebih rentan mengalami penurunan kepadatan tulang, ini karena alkohol menghambat penyerapan vitamin D dan kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang kuat. Satu-satunya cara adalah mengurangi konsumsi alkohol yaitu hanya 1 gelas sehari atau lebih baik jika tidak sama sekali.(Tri Y-Dt)  Medan | Jurnal Medan
sumber:http:// medan.jurnas.com

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *