LUKA ALAT KELAMIN PINTU MASUK VIRUS HIV

MEDAN (Berita) : Penderita penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) lebih mudah dan sering tertular virus HIV. Terlebih jika terjadi infeksi atau adanya luka di sekitar alat kelamin sehingga lebih mudah virus HIV masuk.

“Penularan HIV dari orang yang menderita IMS itu 20 kali lipat dari pada orang yang tidak IMS apalagi terjadinya luka dan infeksi. Makanya penanggulangan HIV juga dilakukan program penyembuhan penyakit IMS itu,” ujar dr Delyuzar SpPA, Selasa (5/6) ketika dihubungi.

Dokter spesialis Patologi Anatomi yang juga Ketua Jaringan Kesehatan Masyarakat (JKM) Medan mengungkapkan, data tahun 2011 di kliniknya menunjukkan sebanyak 67 orang remaja yang kena IMS. Diantaranya, pekerja, mahasiswa, Wanita Pekerja Seks (pekerja di salon dan spa-red). “Seks bebas itu bisa terjadi di daerah yang tidak sesungguhnya seperti di tempat terselubung,” kata pengamat kesehatan ini.

Permasalahan terpaparnya remaja dalam seks bebas itu sebut Delyuzar, dikarenakan pergaulan bebas. “Kurangnya remaja mendapatkan informasi yang tidak disertai program pencegahan yang cukup. Jadi perlu penyuluhan tentang seks bebas, tapi yang paling utama menyangkut moral,” imbuhnya.

Terpisah dokter spesialis kulit dan kelamin serta dokter peduli AIDS di Medan mengakui, setiap hari ada satu dua orang remaja berobat ke tempat prakteknya karena penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS). Hal ini diakui dokter spesialis kulit dan kelamin di Medan Dr Kristo A Nababan SpKK.

“Tidak banyak memang, tapi ada satu dua orang. Karena yang lebih banyak itu mereka yang berusia 22 tahun ke atas. Karena mereka lah yang dinilai banyak duit dan sering gonta-ganti pasangan,” kata Kristo Nababan.

Menurutnya, IMS itu merupakan infeksi yang didapat melalui hubungan seksual. Namun, belum tentu orang yang suka berhubungan seks terkena IMS. “Kalau dia selalu berhubungan intim sama yang sehat, maka tidak kena, kecuali sama penderita yang kena penyakit, dia pasti kena,” ujarnya.

Dikatakannya, ada beberapa jenis penyakit IMS yakni sipilis dan gonorhoe. “Kalau sipilis tidak ada rasa sakit, tapi kalau gonorhoe atau sering disebutraja singa, sakit saat buang air kecil, karena bernanah. Tapi penyakit ini bisa sembuh, karena gak ada penyakit yang gak bisa sembuh,” ujarnya.

Senada Kepala SMF Penyakit Kulit dan Kelamin RSU Dr Pirngadi Medan dr irwan F Rangkuti SpKK mengatakan kalau mereka tidak gonta ganti pasangan tidak masalah. Apalagi jika mereka sudah mengerti tentang sex yang aman, juga gak masalah. “Kecuali mereka melakukannya dengan PSK yang terinfeksi IMS dan tidak memakai kondom, bias tertular,” ucapnya.

Kepala Klinik Bestari Dinkes Medan dr Indra Gunawan juga menyebutkan ada satu sampai dua orang remaja yang berobat karena IMS. “Paling satu atau dua orang remaja saja. Yang paling banyak di sini adalah PSK, waria, lelaki suka lelaki dan lainnya,” ungkapnya. (don)
sumber: http://beritasore.com

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *