SIRULO MERIAHKAN TAHUN BARU DI “CORY INN & GARDEN” BANDAR BARU (1 JANUARI 2012)

RANEVI. MEDAN. Sanggar Seni Sirulo memang berangkat dari, dan tetap berlandaskan, seni pertunjukan tradisional Karo. Tapi, ini bukan berarti sanggar yang telah berusia lebih 2 tahun ini hanya mampu menampilkan musik, tari dan lagu tradisional Karo maupun teater rakyat yang pernah mereka tampilkan di kerja tahun Desa Limang, kerja tahun Desa Tanjung Barus dan Berastagi. Di acara road show Pesta Danau Toba 19 Desember 2011 lalu di Open Stage Pesta Mejuah-juah (Berastagi), Sirulo menampilkan konser yang mengetengahkan lagu-lagu pop Karo beraransemen baru yang menggabungkannya dengan rasa klasik Karo. Tidak hanya itu, Sirulo juga mengolah rap menjadi bercirikhas Karo.

1 Januari 2012 nanti, Sirulo tampil selama 9 jam (dari Pkl. 10.00 – 19.00 WIB) di taman rekreasi Cory Inn & Garden,  Bandar Baru (Kec. Sibolangit, Kab. Deliserdang). Di sini, Sirulo menampilkan pertunjukan yang lebih beraneka. Selain menampilkan teater rakyat, tarian berkisah pergesekan tumbuk lada dan tungkat serta orkes lagu-lagu pop dan rap Karo yang mengandalkan musik tradisional Karo ditambah gitar, biola dan jembe, kali ini Sirulo menampakkan juga dirinya mampu bermain kibot. Dua pemain kibot handalannya, Alex Ginting dan Mahansa Sembiring, akan mengiringi para penonton yang hendak menyanyi ke atas pentas.

“Hampir segalanya ada di Sanggar Seni Sirulo, tergantung permintaan dan suasana penampilan, tapi kita tetap mengutamakan ciri kekaroan,” kata ketua sanggar ini, Ita Apulina Tarigan yang juga Pemimpin Redaksi Tabloid Sora Sirulo.

Ada benarnya yang dikatakan Ita. Di Hotel Dharma Deli tahun lalu, Sirulo menampilkan monolog dan puisi berbahasa Indonesia yang digabung dengan teater rakyat beriring musik, lagu dan tarian tradisional Karo. Di Hotel Danau Toba April lalu, Sirulo mengangkat mangmang (mantra Karo yang dinyanyikan), tembut-tembut/ gundala-gundala dan topeng yang terbuat dari pelepah kelapa tua hasil revitalisasi perancang dan sutradara sanggar ini Juara R. Ginting. Di Desa Limang dan Tanjung Barus serta Berastagi, tahun ini juga, Sirulo menampilkan pertunjukan melukis di atas pentas secara live dikombinasikan dengan musik, lagu, tari dan lawakan. Di Kesain Neumann (Medan) tahun lalu, Sirulo menduetkan sarune dengan biola.

Adu perkolong-kolong dan ndikkar (silat Karo) juga tersedia di Sirulo. Ada dua pasang perkolong-kolong di sini dengan kemampuan menari dan bernyanyi yang tinggi. “Mereka tidak bersolokarir seperti perkolong-kolong biasanya karena mereka masih mahasiswa atau sudah bekerja sebagai PNS,” kata Ita Apulina ketika ditanyakan mengapa mereka merasa lebih betah di Sirulo daripada mencari nafkah dengan bersolokarir.

Memang, sebagian besar artis Sirulo adalah mahasiswa Unimed, USU dan Nomensen atau baru saja tammat. Diantara yang tammat, ada yang sudah memiliki pekerjaan tetap dan ada juga yang meneruskan ke jenjang S2.

Sirulo mulai mendapat penggemar tetap, tergabung dalam group facebook ‘Sirulo Fan Club’ (SFC). Menurut sebagian penggemarnya, Sirulo menjanjikan perkembangan baru seni pertunjukan Karo. Selain para artisnya adalah kombinasi seniman musik, tari, vokal, lukis, ukir, fotografi, busana dan sastra, suasana ilmiah dan akademis sangat kental di sanggar ini. Mereka juga menggunakan teknologi terbaru yang memungkinkan antropolog Juara R. Ginting mengarahkan dan merancang pertunjukan dari Leiden (Nederland) melalui webcam.

“Hampir tak ada kegiatan latihan yang lepas dari penyutradaraan Bang Juara lewat webcam. Dia bekerja sangat jelimet menangani musik, tari dan vokal. Bahkan soal busanapun dia sangat memperhatikan detil-detilnya. Termasuk bagaimana kami seharusnya bersikap dan beracting sewaktu menaiki panggung dan selama pertunjukan,” kata Jimmy Sebayang yang di lapangan berperan sebagai penata musik atas arahan Juara R. Ginting.

Penampilan di Cory Inn & Garden adalah sejarah untuk Sirulo. Sanggar ini mengawali kiprahnya dengan tampil dari kampung ke kampung tanpa dibayar sesen pun. Atas kerjasama baiknya dengan managemen Kesain Neumann (STMIK Neumann, Medan), 2 tahun lalu Sirulo diberi kesempatan melakukan konser di panggung Kesain Neumann tanpa bayaran. Tahun lalu, Sirulo kembali dipersilahkan tampil di Kesain Neumann dan diberi pinjaman sound system oleh seorang rekan.

Permintaan tampil dengan bayaran baru diterima oleh Sirulo pertamakalinya dalam penampilan di Desa Limang dan Hotel Danau Toba. Setelah itu diminta tampil bayaran di Desa Tanjung Barus (oleh Masyarakat Jeruk Indonesia Sumut), Open Stage Berastagi (oleh Dinas Budpar Sumut), HUT Mamre GBKP di Sukamakmur (oleh panitia HUT Mamre GBKP), seminar mengenai Kematian dalam kebudayaan Karo (oleh Museum GBKP Sukamakmur). Hari ini, Kamis (29/12), Sirulo diminta tampil bayaran mengiringi Kebaktian Natal Permata GBKP Klasis Kuala-Langkat. Setelah kebaktian, Sirulo mengisi acara hiburan dengan menampilkan teknik-tekhnik permainan musik tradisional, tarian dan lagu-lagu Karo.

Penampilan di Cory Inn & Garden adalah pertamakalinya diminta tampil dalam kaitannya dengan dunia bisnis. Cory Inn & Garden adalah sebuah taman rekreasi yang menyediakan restauran, kolam renang, water boom dan ruang pertemuan sehingga menyenangkan untuk segala umur. Ada banyak tempat bermain anak-anak di sini.

Permintaan Cory Inn & Garden kepada Sirulo menurut pemiliknya Cory Sebayang, tidaklah semata-mata demi bisnis. “Saya melihat semangat adik-adik di Sirulo yang sangat tinggi mengembangkan seni pertunjukan Karo dan juga punya kualitas tinggi dalam berseni. Kita perlu memberi kesempatan sebanyak-banyaknya kepada mereka untuk tampil dengan bayaran yang lumayan lah. Sekalian mengembangkan usaha sendiri sekalian pula mengembangkan seni budaya Karo,” tutur Cory kepada Sora Sirulo.

Pernyataan Cory hendaknya diikuti oleh semua orang Karo, kata beberapa anggota Sirulo Fan Club (SFC). Khusus untuk penampilan 1 Januari 2012 nanti, kedatangan penonton ke Cory Inn & Garden dapat juga dikatakan sekalian menghibur diri sekalian memberi dukungan kepada seni budaya Karo.

“Kalau banyak yang datang menonton Sirulo, berarti meningkatkan pemasukan usaha Cory Inn & Garden dan, karena itu, mereka akan terus memanggil Sirulo tampil di sana. Ini berarti juga pemasukan untuk para artis Sirulo sehingga mereka bisa merasa nyaman untuk mengembangkan seni budaya Karo,” tukas Ita Apulina sambil tersenyum.

Menurut managemen Cory Inn & Garden, biaya masuk ke taman rekreasi ini adalah Rp. 15. 000 per orang.
sumber : http://www.sorasirulo.net

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>