DISTAN SUMUT OPTIMISTIS TARGET PRODUKSI PADI TERCAPAI

MedanBisnis –Medan. Dinas Pertanian Sumatera Utara (Distan Sumut) optimistis target produksi padi akan tercapai. Sebab hingga data November 2011, produksi padi sudah berkisar 92,19% dengan angka 3.524.687 ton dari target 3.659.683 ton pada Angka Ramalan (Aram) III 2011.
Kasubdis Bina Program Distan Sumut, Lusyantini mengatakan, sebesar 99% target akan tercapai karena masih ada beberapa daerah yang akan memasuki masa panen pada awal tahun 2012. “Kalau dilihat dari produksi November, kita optimistis target tercapai didukung dengan cuaca yang mendukung,” ujarnya kepada MedanBisnis, Jumat (30/12) di Medan.

Dikatakannya, daerah penyumbang padi terbesar yakni Kabupaten Simalungun, Langkat, Deliserdang, Serdang Bedagai dan Asahan yang rata-rata produksinya antara 4 ton hingga 4,7 ton per hektare.

Produktivitas lahan padi di Sumut pun meningkat. Berdasarkan aram III tahun ini, produktivitas padi Sumut mencapai 47,86 kuintal per hektare atau naik dari tahun sebelumnya yang produktivitasnya mencapai 47,47 kuintal per hektare.

Menurutnya, pencapaian target produksi padi tahun ini didukung dengan kondisi iklim yang sangat mendukung. Selain juga adanya program Sekolah Lapangan Pengelola Tanaman Terpadu (SL-PTT) yang telah diterapkan sejak 2006 lalu, sehingga menambah produktivitas tanaman pangan di Sumut.

“Iklim yang berbeda di masing-masing daerah membuat masa tanam dan panen terus ada sehingga produksi dapat meningkat. Belum lagi serangan hama dan penyakit yang dapat dikendalikan semua petugas di lapangan bersama tenaga penyuluhan,” katanya.

Diharapkan, untuk mendukung peningkatan produksi tanaman padi ini agar semua stakholder mulai dari pemerintah, pihak swasta dan petani agar bisa bekerjasama untuk menjaga tren positif yang terjadi sekarang ini. Dengan begitu, kata Lusi, Sumut bisa menjadi salah satu daerah penyumbang gabah untuk ketahanan pangan nasional.

Lusi juga mengimbau, karena saat ini memasuki musim hujan yang notabene sebagai musim tanam, agar petani cermat memilih benih yang unggul, pola tanam yang teratur dan proses budidaya yang baik sehingga produktivitas padi lebih tinggi lagi.

Petani padi di Kabupaten Langkat, Jumiran mengatakan, harga gabah memang selalu di atas HPP dan saat ini mencapai Rp 3.100 per kg untuk GKP dan GKG seharga Rp 4.200 per kg. “Harga gabah kita memang selalu tinggi karena petani di sini menjaga kualitasnya. Selain daerah ini memang merupakan daerah tadah hujan,” ucapnya.

Bulan ini, tambahnya sebagian petani masih memulai masa tanam dan sebagian telah panen. Perbedaan ini karena kondisi tanah dan cuaca yang berbeda di Kabupaten Langkat yang merupakan salah satu lumbung pangan Sumut. ( yuni naibaho)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *