ROMO CHRISTO: SAATNYA, KITA MEMBERI

[JAKARTA] Alumni Seminari St Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko akan menyelenggarakan Natal bersama sekaligus temu alumni se Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Sabtu, 14 Januari 2012, di Aula Vincensius, Kramat Raya, Jakarta.

Ketua panitia penyelenggara, Romo Christo Tara OFM, menjelaskan, misa Natal alumni tersebut akan dipimpin langsung oleh Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota Pr, dengan mengangkat tema “Saatnya, Kita Memberi.”

Selain untuk saling mengenal, temu alumni juga mengagendakan dialog Mgr Vincentius Sensi dengan para alumni se-Jabodetabek tentang berbagai persoalan aktual. “Uskup ingin mendengar sumbangan pemikiran dari para alumni di perantauan tentang pembangunan ekonomi, politik, sosial, dan pendidikan di Flores umumnya,” kata Romo Christo, di Jakarta, Rabu (28/12).

Pada temu alumni tersebut, menurut Christo,  Yayasan Alumni Seminari St Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko yang dibentuk Agustus lalu, juga akan diberikan kesempatan untuk berbicara tentang visi, misi, dan langkah-langkah yang hendak ditempuh dalam ikut membantu pengembangan pendidikan di Seminari Mataloko khususnya dan sekolah-sekolah Katolik di Flores umumnya.

“Lebih dari itu, melalui pertemuan ini, kita harapkan para alumni tergerak untuk ikut berpartisipasi dalam pengumpulan dana guna pengembangan pendidikan di Seminari Mataloko. Target dalam waktu dekat adalah merenovasi gedung sekolah yang sudah tak layak lagi digunakan untuk proses belajar-mengajar,” ujar Christo.

Sementara itu, wakil ketua penyelenggara Marcel Adowawo mengatakan, saatnya kini para alumni yang pernah berkesempatan menimba ilmu di Seminari Mataloko memiliki rasa tanggung jawab dengan membantu penyelenggaraan pendidikan sekolah calon imam yang terletak di Kabupaten Ngada, Flores, itu.

Menurut Marcel, tema “Saatnya, Kita Memberi,” sangat tepat dan merupakan sebuah ajakan yang paling relevan bagi para alumni yang telah menerima banyak dari para misionaris dan orang-orang Katolik Eropa di masa lalu, baik dalam bentuk transfer ilmu pengetahuan, penanaman nilai-nilai, pendidikan moral, disiplin, maupun dalam bentuk bantuan materi.

“Sekarang saatnya para alumni yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air mengambil langkah konkret dengan menyumbang dana. Sangatlah tidak cukup hanya dengan memberikan gagasan,” tutur Marcel Adowawo.

Membangun Kemandirian
Tentang Yayasan Alumni Seminari St Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko (Alsemat), pendiri dan pembina Yayasan, Primus Dorimulu, mengatakan, institusi yang baru lahir ini  merupakan solusi bagi penggalangan, pengumpulan, dan pendistribusian dana untuk kepentingan pendidikan di Seminari Mataloko khususnya dan sekolah-sekolah Katolik di Flores umumnya.

“Hanya dengan yayasan, bantuan alumni dan dana yang dihimpun dari masyarakat bisa dipertanggung jawabkan,” kata Primus. Alumnus Seminari Mataloko yang kini memimpin dua surat kabar, yakni harian Suara Pembaruan dan harian Investor Daily, mengakui,  potensi pengumpulan dana dari para alumni sangat besar. Namun, alumni yang memberikan sumbangan belum sebanyak jari tangan.

Pengumpulan dana selama ini mengutamakan para sponsor. Tapi, mobilisasi dana yang tidak elegan membuat pemodal kurang yakin.  Penggunaan rekening pribadi dalam menerima dana partisipasi dari para sponsor mengurangi tingkat kepercayaan para calon penyumbang kepada lembaga pendidikan yang hendak diberikan sumbangan.

Melalui rekening yayasan, tambah Primus, semua kegiatan mobilisasi dana penyaluran dana akan lebih jelas, karena semua dana yang masuk dan keluar akan dilaporkan secara transparan dan kontinyu melalui media sosial. Yayasan akan menerapkan prinsip good corporate governance (GCG), yakni transparansi, akuntabilitas, kejujuran, dan tanggung jawab.

Mengenai ide pendirian Yayasan Alsemat, Primus menceritakan, semua itu bermuara pada sebuah gagasan strategis, yakni membangun kemandirian para alumni dan umat Katolik Flores dalam membiayai pendidikan di Seminari Mataloko dan sekolah-sekolah Katolik di Flores umumnya. Primus menunjuk betapa besarnya ketulusan dan pengorbanan dari para misionaris Eropa yang rela memberikan segalanya, tenaga, pikiran, hingga materi, bagi kepentingan pendidikan calon imam dan pendidikan para kader awam Flores.

“Setelah kita menerima banyak dari seminari, dan langsung dari tangan para misionaris yang penuh pengorbanan itu, kini saatnya kita memberi. Dengan lebih dari 5.000 alumni Seminari Mataloko yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara dan tidak sedikit di antaranya yang bekerja di berbagai negara, pembina Yayasan Alsemat ini berkeyakinan,  mendapatkan dana dari kocek alumni sendiri sampai sejumlah Rp 5 miliar dalam waktu setahun bukanlah suatu hal yang mustahil.

“Jika setiap alumni mengumpulkan Rp 3.500 per hari atau seharga secangkir kopi, sebulan akan terkumpul Rp 100 ribu, dan itu berarti setahun Rp 1 juta dari seorang alumni. Dikalikan dengan 5.000 alumni, setahun kita bisa mengumpulkan Rp 5 miliar. Sebuah angka yang besar dan tentu sangat berarti bagi pengembangan pendidikan di almamater kita, Seminari  Mataloko,” jelas Primus.

Primus yakin, jika ini dijadikan gerakan bersama, Seminari Mataloko tak perlu kesulitan dana untuk membiayai pendidikannya, dan pada gilirannya sekolah-sekolah Katolik di Flores pun takkan kelabakan mencari sumber-sumber dana untuk keperluan serupa.

Dana yang terkumpul pun tidak hanya dipakai untuk renovasi gedung, tapi juga untuk membangun perpustakaan berkelas internasional, laboratorium yang lengkap, jaringan komputer yang canggih, dan berbagai fasilitas pendukung pendidikan lainnya. “Kita  bisa mengirim para calon guru untuk belajar di luar Flores, bahkan di luar negeri guna menambah kualitas mereka,” ungkap Primus Dorimulu.

Sesuai dengan tema pertemuan, ‘Saatnya, Kita Memberi’, Primus berharap para alumni tergugah untuk mulai bertindak konkret. “Memberi buat Almamater, tidak harus dari kelebihan, tapi dari juga kekurangan. Ini sangat berarti bagi pengembangan pendidikan kita di sana,” katanya.

Primus berharap, dengan kehadiran Yayasan Alsemat, penggalangan dana semakin lebih terfokus dan para alumni bisa mempercayai lembaga yang didirikan pada Agustus lalu itu sebagai satu-satunya penghimpun dan penyalur dana bantuan mereka.

Sesuai visinya, Yayasan Alsemat memang ingin menjadi lembaga terdepan dan kredibel yang dapat menggerakkan partisipasi alumni Semat dan masyarakat untuk meningkatkan kemandirian dan membantu penyelenggaraan pendidikan Seminari Matoloko melalui mobilisasi dan penyaluran dana.

“Silahkan menyumbang. Dana yang disumbangkan sudah dipastikan aman dan sesuai sasaran. Dalam menjalankan kegiatannya, Yayasan memegang teguh prinsip-prinsip transparansi, kejujuran, akuntabilitas, dan tanggung jawab,” demikian Primus Dorimulu.

Berikut ini nomor rekening Yayasan Alsemat: BRI Cabang Jakarta Kota, An. Alumni Seminari St Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko, Norek: 0019-01-040469-50-2. [S-26]
sumber: http://www.suarapembaruan.com

This entry was posted in Berita, Informasi Penting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *