PEREMPUAN TEWAS DIGOROK DI HOTEL BH KEMBALI JADI TEKA-TEKI

IMANUEL SITEPU. MEDAN. 2 keluarga berbeda mengklaim mayat perempuan korban pembunuhan dengan leher hampir terputus di Kamar 17 Hotel BH Jl. Jamin Ginting Km. 11,5 Simpang Selayang, Medan (Selasa 27/12). Setelah Siti Sundari (48) mengklaim mayat itu adalah tubuh adiknya bernama Sunita Br Manurung (35) alias Ita Boneng, seorang pemuda tanggung Ipan (16) warga Jl. Eka Warni (Kec. Medan Johor) tiba-tiba histeris di Mapolsek Delitua setelah petugas memperlihatkan helm dan baju korban yang berlumuran darah (Kamis 29/12). Menurut Ipan, korban adalah ibunya yang bernama Elida Hasibuan (42) alias Lida. Bukan Sunita alias Ita Boneng. Ipan datang ditemani sejumlah sanak keluarga.

Ipan menuturkan, ibunya meninggalkan rumah dengan A (35) yang tak lain adalah bekas adik ipar Lida. Menurut bungsu dari 4 bersaudara ini, mayat itu jelas sekali adalah ibunya, diamini oleh keluarga yang menyertainya.

“Saya sangat tanda helm yang dipakainya. Setiap hari saya pakai ke sekolah. Juga bajunya ini saya kenali sekali. Saat pergi, ibu memakai baju ini,” ratap Ipan seakan tidak rela dengan kepergian ibunya.

Pak Uban (60), abang ipar Elida, membenarkan Ipan. Kepada Sora Sirulo di Mapolsek Delitua, Pak Uban menuturkan, sbb.

Sekitar Pkl. 12.00 siang, Ipan melihat Elida berangkat dengan sepeda motor Vario mengenakan helm dijemput A. Sekitar Pkl. 15.00 (saat bersamaan Polisi menemukan mayat di Hotel BH-red), Ipan mengontak ibunya untuk meminta uang sekolah. Tapi, HP ibunya tidak aktif. Ipan lalu mengirim SMS ke nomor ibunya.

Sekira Pkl. 17.00, SMS yang dikirim Ipan kemudian dibalas: “Nanti saya transper ke ATM kamu.” Tak lama kemudian, nomor Ipan kembali dikirim SMS: “Tolong kirimkan dulu nomor Pin Mamak, saya lupa.”

Merasa curiga, karena selama ini sepengetahuan Ipan ibunya tidak pandai mengirim SMS, dia tidak memberikan nomor Pin yang diminta. Ironisnya, setelah 2 harian ditunggui, ibunya Elida tak kunjung pulang ke rumah.

Salah satu sanak keluarga Ipan kemudian memberi tahu berita koran terbitan Medan tentang pembunuhan di Hotel BH. Setelah membaca kembali koran itu, keluarga ini mendatangi Mapolsek Delitua serta melihat helm dan pakaian ibunya. Dia langsung menangis histeris.

Masih menurut Pak Uban, yang bekerja sebagai tukang tambal ban di kawasan Karya Jaya ini, waktu bepergian, Elida megenakan baju yang persis sama dengan barang bukti sitaan Polisi; pakai celana Jeans dan helm. Elida juga membawa HP dan Kartu ATM.

“Waktu pergi, Elida membawa HP dan Kartu ATM. Keyakinan kami jika korban adalah benar-benar Elida. Sampai saat ini HPnya tidak aktif lagi,” ujar Pak Uban.

Dikatakanya lagi, suami korban Surya (50) telah lama pisah ranjang dengan korban. Dia kawin lagi dengan wanita lain.

Adapun A yang dikabarkan terakhir kali bersama Elida, ketika dikontak, seakan berkelit dengan berkata: “Aku tidak ada bersama Elida.”

Ketika Surya menanyakan keberadaannya di mana, A menutup telponya. Hingga sekarang dia tidak dapat dihubungi.

“Dilihat dari kronologisnya, kami sangat yakin jika mayat tersebut adalah tubuh Elida,” ujarnya lagi.

Kuatnya keyakinan bahwa korban pembunuhan di Hotel BH adalah Lida dibenarkan salah seorang adik kandung Elida yang tinggal di Jl. Turi, Medan.

“Kalau saya lihat poto yang ditunjukkan Polisi tadi, sangat yakin dia adalah kakak saya. Terbukti dari giginya yang ompong di sebelah kanan dan bentuk alis matanya,” ujarnya.

Kapolsek Delitua Kompol SP Sinulingga melalui Kanit Reskrim AKP Semion Sembiring ketika dikonfirmasi Sora Sirulo membenarkannya.

“Memang ada warga yang mengklaim korban tewas di Hotel BH adalah keluarganya. Kita masih melakukan penyelidikan.Termasuk melakukan Tes DNA terhadap Ipan yang mengaku anak Korban,” tuturnya.

Sementara informasi diperoleh, mayat perempuan korban pembunuhan itu kini telah dikebumikan oleh Keluarga Siti Sundari warga Jl. S. Parman, Medan Petisah. Mereka mengklaim mayat itu adalah tubuh adik kandungnya yang menghilang sejak setahun dan pernah menjadi TKW ke Malaysia 18 tahun silam.
sumber : http://www.sorasirulo.net

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *