TAHUN DEPAN PUPUK UREA BERSUBSIDI JADI WARNA PINK

MedanBisnis – Jakarta. Mulai tahun depan pemerintah akan mengganti warna pupuk urea bersubsidi untuk mengantisipasi tindak penyelewengan sarana produksi pertanian tersebut.
Menteri Pertanian (Mentan) Suswono ketika meninjau gudang penyimpanan pupuk bersubsidi yang akan diselewengkan di Pelabuhan Sunda Kelapa, Selasa (27/12) mengatakan, nantinya warna pupuk bersubsidi tidak lagi putih, namun “pink” atau merah muda. “Jadi kalau warna pupuk yang akan didistribusikan putih maka itu nonsubsidi tapi kalau “pink” pupuk bersubsidi,” katanya.

Menyinggung pemilihan warna merah muda sebagai penanda pupuk bersubsidi, Suswono menyatakan, hal itu sudah melalui kajian yang panjang dari berbagai kalangan. Menurut dia, warna merah muda dinilai netral karena tidak mewakili golongan atau kelompok tertentu sehingga digunakan pada pupuk subsidi.

Menanggapi penyitaan pupuk bersubsidi sebanyak 1.000 ton oleh Kepolisian Sektor Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Suswono menyatakan, akibat dari penyelewengan tersebut kerugian negara diperkirakan mencapai triliunan rupiah dalam kurun waktu tiga tahun operasi.

Menurut dia, pupuk urea bersubsidi dijual ke petani dengan harga Rp1.600 per kg namun kemudian setelah diganti dengan kemasan nonsubsidi bisa diperdagangkan hingga tiga kali lipat yakni sekitar Rp4.000 per kg.

Sementara itu Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sumardjo Gatot Sumardjo Irianto mengatakan, dengan perbandingan harga cukup tinggi antara pupuk subsidi dengan pupuk yang dijual sesuai harga pasar menyebabkan rawan penyelewengan.

Saat ini, tambahnya, harga pupuk bersubsidi sebesar Rp1.600 per kg, sedangkan yang tidak disubsidi Rp4.800 per kg. “Tiap tahun kami banyak dengar laporan penyelewengan ini tapi susah terungkap,” katanya.

Dengan tingginya disparitas harga ini, banyak pupuk urea bersubsidi produksi BUMN pupuk yang diselewengkan ke beberapa wilayah seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera, modusnya, dengan mengganti karung pupuk subsidi dengan yang  tidak disubsidi.   “Kami sudah cek di laboratorium dan Sucofindo, ternyata komposisi dan kualitasnya sama dengan pupuk subsidi,” katanya. (ant)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Penting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *